SOLOBALAPAN.COM, HANOI – Vietnam kembali mengirimkan sinyal bahaya bagi peta kekuatan sepak bola Asia, khususnya Asia Tenggara.
Di saat Timnas Indonesia U-23 harus menelan pil pahit gagal lolos ke putaran final usai pergantian rezim pelatih, Vietnam justru melenggang gagah ke partai puncak Piala Asia U-23.
Kepastian ini didapat setelah The Golden Star Warriors menundukkan Uni Emirat Arab (UAE) dengan skor dramatis 3-2 di babak semifinal.
Kemenangan ini mengantarkan mereka untuk menantang sang raja Asia, Jepang, di babak final.
Cetak Prestasi Tanpa Diaspora
Hal yang paling menyita perhatian publik adalah komposisi skuad Vietnam.
Berbeda dengan tren negara tetangga yang gencar melakukan naturalisasi pemain diaspora, Vietnam membangun kekuatannya murni dari sistem pembinaan domestik (grassroot) yang rapi dan berkelanjutan.
"Vietnam meraih semua prestasi ini tanpa mengandalkan pemain diaspora. Seluruh skuad dibangun dari sistem pembinaan domestik. Ini bukti betapa kuatnya fondasi sepak bola mereka," tulis ulasan pengamat sepak bola Asia.
Tuah Pelatih Korea Selatan
Kesuksesan ini juga menjadi legitimasi bahwa "DNA" sepak bola Vietnam sangat cocok dengan pelatih asal Korea Selatan.
Sempat gagal saat mencoba beralih ke pelatih Eropa, Vietnam kembali ke jalur juara setelah menunjuk Kim Sang-sik.
Kim dinilai sukses meneruskan tongkat estafet filosofi disiplin dan kerja keras yang dulu ditanamkan Park Hang-seo.
Berikut adalah rekam jejak kilat prestasi Kim Sang-sik dalam waktu singkat menangani Vietnam:
Daftar Prestasi Vietnam Era Kim Sang-sik
-
Juara Piala AFF 2024: Mengembalikan dominasi di Asia Tenggara.
-
Juara Piala AFF U-23 2025: Membuktikan regenerasi pemain muda berjalan mulus.
-
Medali Emas SEA Games 2025: Mempertahankan supremasi di level multi-event regional.
-
Finalis Piala Asia U-23 2026: Menembus level elit kontinental (vs Jepang di Final).
Capaian ini menjadi tamparan sekaligus pelajaran berharga bagi Indonesia.
Konsistensi visi, pembinaan usia dini yang berjalan, dan pemilihan pelatih yang sesuai karakter pemain terbukti lebih ampuh daripada sekadar bongkar pasang strategi tanpa arah yang jelas. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo