SOLOBALAPAN.COM, KLATEN – Euforia kemenangan menyelimuti kubu PSIK Klaten usai melibas Revo FC Semarang dengan skor telak 5-0 di Stadion Trikoyo, Minggu (11/1/2026).
Kemenangan meyakinkan ini menjadi modal berharga bagi Laskar Harimau Merapi untuk menatap laga krusial berikutnya melawan PSD Demak pada Kamis (15/1/2026).
Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut memberikan apresiasi tinggi.
Melihat performa tim yang kian solid, Benny tak ragu mematok target jangka pendek, yakni mengunci tiket ke babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, kemenangan 5-0 ini jadi penyemangat. Targetnya tentu lolos 16 besar dulu, baru kita bicara naik ke liga selanjutnya. Secara permainan sudah oke dan kompak, tinggal jaga emosi," ujar Benny.
Usung Misi Balas Dendam
Senada dengan Wabup, Pelatih PSIK Klaten, Koco Pramono, langsung mengalihkan fokusnya ke laga melawan PSD Demak.
Laga ini sarat gengsi karena mengusung misi balas dendam. Pasalnya, pada pertemuan putaran pertama di kandang lawan, PSIK harus mengakui keunggulan tim Kota Wali tersebut.
"Kita mau ambil poin penuh. Karena kemarin kita kalah di sana, maka di sini (Trikoyo) harus kita balas. Anak-anak sudah terbiasa dengan lapangan sendiri, jadi saya yakin permainan akan lebih mengalir," tegas Koco.
Ajak Suporter Penuhi Stadion
Untuk memuluskan misi tersebut, Wabup Benny mengajak seluruh elemen suporter, termasuk Alaska, untuk memadati Stadion Trikoyo, khususnya tribun selatan yang masih terlihat lengang.
Tercatat, tren penonton mengalami kenaikan dari 900 menjadi 1.400 orang pada laga terakhir.
Dukungan "pemain ke-12" dinilai vital untuk membakar semangat para penggawa Laskar Harimau Merapi.
Saat ini, PSIK Klaten bertengger di posisi kedua klasemen sementara Grup B.
Laga kandang melawan PSD Demak pada Kamis esok dipastikan akan berlangsung panas karena menjadi penentu langkah kedua tim menuju fase gugur.
Kemenangan di laga ini bukan hanya soal balas dendam, tetapi juga kunci untuk memuluskan jalan menuju babak 16 besar. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo