Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sisi Gelap El Clasico Indonesia: Sudah Kelewat Batas! Thom Haye Dapat Ancaman Pembunuhan, Allano Lima Jadi Korban Rasisme Usai Duel Persib vs Persija

Damianus Bram • Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

 

Gelandang Persib Bandung Thom Haye (tengah).
Gelandang Persib Bandung Thom Haye (tengah).

SOLOBALAPAN.COM – Sepak bola Indonesia kembali berduka. Bukan karena kekalahan di papan skor, melainkan karena hilangnya kemanusiaan di media sosial.

Usai laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta, Minggu (11/1/2025), dua pemain asing andalan masing-masing tim, Thom Haye dan Allano Lima, menjadi sasaran perundungan digital yang mengerikan.

Tensi tinggi yang terjadi sepanjang pertandingan di Stadion GBLA ternyata berbuntut panjang hingga ke ranah pribadi para pemain.

Pihak keamanan memang berhasil menjaga stadion tetap kondusif, namun "jari-jari maut" netizen justru melancarkan serangan berupa ancaman pembunuhan hingga ujaran rasisme yang menjijikkan.

Hal ini mencerminkan sisi gelap suporter sepak bola tanah air yang melampaui batas kewajaran.

Thom Haye: "Hentikan Ancaman Kematian kepada Keluarga Saya"

Gelandang Timnas Indonesia milik Persib, Thom Haye, mengungkapkan kegundahannya melalui Instagram Stories pada Minggu (11/1/2026) malam.

Meski bangga dengan kemenangan timnya, Haye mengaku sedih karena mendapatkan pesan-pesan mengerikan yang menyasar keselamatan keluarganya.

"Saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirim harapan kematian dan pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah berjalan sejauh itu," tulis pemain berjuluk The Professor tersebut.

Haye menekankan bahwa profesionalisme pemain di lapangan tidak seharusnya dibalas dengan ancaman pembunuhan di dunia maya.

Ia mengajak semua pihak untuk membangun lingkungan sepak bola Indonesia yang lebih sehat.

Allano Lima Jadi Korban Rasisme yang Menjijikkan

Nasib serupa dialami bintang Persija Jakarta, Allano Lima. Pemain bernomor punggung 17 ini menjadi sasaran ejekan yang sangat rasis di kolom komentar Instagram pribadinya.

Banyak netizen yang melontarkan hinaan fisik dengan menyamakan Allano dengan hewan, hingga membanjiri kolom komentarnya dengan emoji pisang—sebuah simbol rasisme internasional yang sangat dikecam dunia.

Tindakan ini jelas mencederai nilai-nilai sportivitas dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi dalam sepak bola.

Rivalitas 90 Menit, Kemanusiaan Selamanya

Kejadian ini menjadi noda hitam bagi BRI Super League 2025/2026. Rivalitas Persib vs Persija seharusnya selesai setelah peluit panjang ditiupkan.

Membawa kebencian ke ranah pribadi, apalagi menggunakan isu rasisme dan ancaman pembunuhan, adalah tindakan kriminal yang bisa merusak citra sepak bola Indonesia di mata dunia.

Kini, publik menanti tindakan tegas dari operator liga maupun pihak berwajib untuk menindak oknum-oknum netizen yang telah melampaui batas.

Sepak bola adalah tentang gairah dan prestasi, bukan tempat bagi kebencian dan diskriminasi. (dam)

Editor : Damianus Bram
#persib #ancaman pembunuhan #rasisme #hujatan #persija #allano lima #thom haye