Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

LAGI-LAGI TENDANGAN KUNGFU! Pemain Kafi FC Jogja Cederai Kepala Pemain UAD FC, Manajemen Klaim Tak Sengaja: "Hanya Kecerobohan"

Damianus Bram • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:07 WIB
Insiden tendangan kungfu di Liga 4 Jogjakarta terjadi dalam duel Kafi FC vs UAD FC.
Insiden tendangan kungfu di Liga 4 Jogjakarta terjadi dalam duel Kafi FC vs UAD FC.

SOLOBALAPAN.COM – Liga 4 Indonesia kembali menjadi sorotan negatif setelah insiden kekerasan terjadi dalam kompetisi Piala Gubernur DIY.

Pemain Kafi FC Jogja bernomor punggung dua, Dwi Aan, melakukan tendangan "kungfu" yang mendarat telak di wajah pemain UAD FC, Amirul, pada Selasa (6/1/2026).

Insiden ini terjadi hanya selang satu hari setelah kasus serupa di Liga 4 Jawa Timur yang berujung pada sanksi seumur hidup bagi pelakunya.

Kronologi Insiden di Lapangan Sitimulyo

Baca Juga: Siapa Pemilik Klub Putra Jaya Pasuruan? Viral Usai Pemainnya Tendang Dada Lawan, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Pertandingan yang mempertemukan Kafi FC Jogja vs UAD FC awalnya berjalan kompetitif. Namun, pada menit ke-73, sebuah perebutan bola berubah menjadi aksi berbahaya.

Dwi Aan berusaha menyapu bola, namun kakinya terangkat terlalu tinggi hingga menghantam kepala Amirul (nomor punggung 24).

Amirul langsung terkapar dan memegangi wajahnya. Laporan terbaru menyebutkan korban mengalami luka di bagian mulut dan merasa sakit luar biasa saat menganga.

Wasit yang memimpin pertandingan, Nopendi, hanya memberikan kartu kuning kepada Dwi Aan, sebuah keputusan yang kini menjadi sorotan tajam netizen.

Pembelaan Kafi FC: "Bukan Tindakan Sengaja"

Menyadari videonya viral dan menuai kecaman, manajemen Kafi FC Jogja segera merilis pernyataan resmi pada Selasa malam.

Mereka menyampaikan permohonan maaf namun menegaskan bahwa aksi tersebut adalah murni kecelakaan teknis.

"Pemain kami tidak ada niatan untuk sengaja mencederai lawan. Pemain kami melakukan kecerobohan saat berusaha menyapu bola dengan menaikkan kaki terlalu tinggi," tulis pernyataan resmi Kafi FC melalui Instagram.

Langkah Manajemen Kafi FC:Teguran Keras: Pemain yang bersangkutan telah mendapatkan teguran internal.

Rencana Silaturahmi: Pihak klub berencana mengunjungi keluarga Amirul dan manajemen UAD FC untuk meminta maaf secara langsung.

Tanggung Jawab: Berjanji akan ikut memantau kondisi cedera pemain lawan.

Bandingkan dengan Kasus Liga 4 Jatim

Insiden di Jogja ini terjadi tepat setelah Komdis PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi terberat kepada Muhammad Hilmi (Putra Jaya Pasuruan).

Kasus di Jatim ini disebut sangat brutal, lantaran salah satu pemain dari Putra Jaya, Muhammad Hilmi, melakukan tindakan yang sangat membahayakan nyawa lawan dengan menendang dada pemain Perseta, Firman Nugraha (Perseta Tulungagung) hingga tulang rusuk retak.

Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Timur bergerak cepat merespons insiden brutal di Liga 4.

Pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, resmi dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup serta denda jutaan rupiah. (dam)

Editor : Damianus Bram
#tendangan kungfu #UAD FC #diy #liga 4 #pssi #muhammad hilmi #kafi fc #sanksi