SOLOBALAPAN.COM, BANDUNG – Awan mendung menyelimuti skuad Persib Bandung usai melakoni laga pekan ke-16 Super League 2025/2026.
Meski berhasil mencuri satu poin lewat hasil imbang 1-1 kontra Persik Kediri pada Senin (5/1), Pelatih Bojan Hodak justru dibuat pusing tujuh keliling.
Masalah besar muncul bukan hanya karena kegagalan meraih poin penuh, melainkan "badai" kartu yang menimpa para pemain kuncinya.
Situasi ini menjadi alarm bahaya mengingat Maung Bandung harus segera bersiap menghadapi rival abadi mereka, Persija Jakarta, dalam duel bertajuk El Clasico Indonesia pada 11 Januari mendatang.
Pusing Racik Strategi
Bojan Hodak mengakui harus memutar otak lebih keras untuk meracik ulang komposisi pemainnya.
Pasalnya, tiga pilar andalan Persib menjadi korban ketegasan wasit dalam laga melawan Persik.
Dua pemain asing, Luciano Guaycochea dan Uilliam Barros, diganjar kartu kuning, sementara winger lincah Saddil Ramdani harus mandi lebih cepat usai menerima kartu merah.
Absennya Saddil di laga krusial melawan Macan Kemayoran tentu menjadi pukulan telak bagi lini serang Pangeran Biru.
Bojan pun tak bisa menutupi kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit M Tri yang dinilainya banyak merugikan tim lewat keputusan-keputusan kontroversial di momen krusial.
Gagal Kudeta Puncak Klasemen
Selain krisis pemain, hasil imbang ini juga menyisakan penyesalan bagi penggawa Persib, Alfeandra Dewangga.
Tambahan satu poin membuat Persib tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dan gagal memangkas jarak poin dengan Borneo FC yang kokoh di puncak.
Dewangga menyebut seluruh pemain sudah berjuang mati-matian, namun hasil akhir berkata lain.
Kini, dengan skuad yang pincang dan mental yang sedikit terguncang, Bojan Hodak memilih irit bicara agar fokus mempersiapkan tim menghadapi laga berat kontra Persija. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo