SOLOBALAPAN.COM – Antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh pendukung setia Persib Bandung, Bobotoh.
Tiket pertandingan Super Big Match melawan Persija Jakarta yang akan digelar pada Minggu (11/1/2026) sore, dinyatakan habis terjual (Sold Out) hanya dalam waktu kurang dari 24 jam sejak dibuka.
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang berkapasitas 38.000 hingga 40.000 penonton dipastikan akan penuh sesak (full house) demi mendukung Pangeran Biru dalam laga paling bergengsi awal tahun ini.
Kronologi "War Tiket" yang Kilat
Panitia Pelaksana (Panpel) Persib mulai membuka penjualan tiket pada Senin (5/1/2026) pukul 15.00 WIB.
Namun, daya beli yang meledak membuat seluruh kuota tiket ludes pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
"Hatur Nuhun Bobotoh atas antusiasme luar biasa menyambut pertandingan kandang pertama di tahun ini, sampai bertemu di GBLA!" tulis akun resmi Persib Bandung.
Bukan Sekadar Gengsi, Tapi Duel Perebutan Takhta
Ludesnya tiket ini bukan tanpa alasan kuat. Selain rivalitas sejarah yang panjang, kondisi klasemen saat ini membuat laga ini sangat krusial.
Dimana dua tim terlibat dalam persaingan perebutan gelar juara Super League 2025/2026.
Baik Persib maupun Persija lagi sama-sama berada di papan atas, bersaing dengan Borneo FC Samarinda dan Malut United FC.
Bahkan, kedua tim saat sama-sama mengoleksi 35 poin, hasil meraih 11 kemenangan dan dua kali imbang. Namun Pangeran Biru ada di posisi ketiga karena punya catatan selisih gol (15) lebih sedikit dari Macan Kemayoran (19).
Persib mengincar kemenangan untuk kembali menyalip posisi Macan Kemayoran sekaligus mendekati Borneo FC di puncak klasemen.
Himbauan Keamanan bagi Penonton
Mengingat status pertandingan yang masuk kategori high risk, manajemen Persib menghimbau kepada Bobotoh yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan diri datang ke area stadion.
Dalam pertandingan ini akan ada skrining berlapis di area ring 1, 2, dan 3 menuju GBLA.
Sementara itu, untuk Bobotoh yang kehabisan tiket disarankan untuk mengikuti acara nonton bareng (nobar) di titik-titik yang telah disediakan di Kota Bandung.
Menjaga kondusivitas selama pertandingan berlangsung demi menghindari sanksi dari komdis PSSI. (dam)
Editor : Damianus Bram