Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tendangan Brutal di Liga 4! Ketua Komdis PSSI Umar Husein Geram, Muhammad Hilmi Terancam Larangan Bertanding Seumur Hidup!

Damianus Bram • Selasa, 6 Januari 2026 | 11:39 WIB
Komisi Disiplin PSSI akan memberikan hukuman berat kepada pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi.
Komisi Disiplin PSSI akan memberikan hukuman berat kepada pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi.

SOLOBALAPAN.COM – Jagat sepak bola Jawa Timur diguncang aksi brutal dalam laga putaran 32 besar Liga 4 antara Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung, Senin (5/1/2026).

Pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi, melakukan tindakan yang sangat membahayakan nyawa lawan dengan menendang dada pemain Perseta, Firman Nugraha, secara sengaja.

Insiden yang terekam jelas dalam siaran langsung YouTube PSSI Jatim ini memicu reaksi keras dari Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husein.

Ia menegaskan bahwa keselamatan atlet adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Kronologi Kejadian: Firman Nugraha Dilarikan ke Rumah Sakit

Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan tersebut mendadak mencekam saat memasuki pertengahan laga.

Saat Firman Nugraha (Perseta) berusaha merebut bola, secara tiba-tiba, Muhammad Hilmi (nomor punggung 23) melayangkan tendangan keras tepat ke arah dada Firman.

Firman langsung ambruk dan tidak sadarkan diri di lapangan akibat tendangan brutal tersebut.

Tanpa kompromi, wasit langsung mengusir Hilmi dengan kartu merah dari lapangan.

Situasi sempat memanas setelah pemain Perseta tidak terima dengan tindakan itu.

Beberapa pemain mengejar Hilmi yang kemudian diarahkan rekan setimnya untuk segera keluar lapangan demi menghindari bentrok fisik.

Firman Nugraha harus mendapatkan penanganan medis serius. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya aman usai menerima tendangan berbahaya.

 

Pernyataan Tegas Umar Husein: Jamin Keselamatan Atlet

Menanggapi kejadian tersebut, Umar Husein memberikan pernyataan tegas.

Ia menekankan isu keselamatan atlet menjadi prinsip utama dalam seluruh cabang olahraga, termasuk sepak bola.

Umar Husein menyatakan bahwa perlindungan atlet dilindungi oleh Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022.

Ia menginstruksikan kepada seluruh Komdis di tingkat daerah untuk tidak ragu menjatuhkan hukuman paling berat bagi pelaku kekerasan di lapangan.

"Isu tentang keselamatan atlet ini tidak hanya monopoli sepak bola. Semua olahraga harus menjamin keselamatan atletnya. Pertandingan bisa ditunda, dibatalkan, bahkan ditutup jika mengancam keselamatan," tegas Umar Husein, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (6/1/2026).

Sanksi Ekstrem: Larangan Beraktivitas Seumur Hidup

Umar menilai tindakan Hilmi telah merusak atmosfer sepak bola sehat yang sedang dibangun PSSI.

Baginya, sanksi administratif atau denda saja tidak cukup untuk memberikan efek jera terhadap tindakan yang menjurus pada kriminalitas di lapangan hijau.

"Terkait kejadian tersebut, kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," pungkas Umar.

Langkah tegas ini diambil agar kompetisi di semua level, termasuk Liga 4, dapat berkembang dengan sehat dan tidak merugikan pihak manapun.

Komdis PSSI berkomitmen untuk terus membersihkan sepak bola Indonesia dari aksi-aksi brutal oknum pemain. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Perseta #tendangan brutal #firman nugraha #pssi #muhammad hilmi #putra jaya