SOLOBALAPAN.COM – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persis Solo akhirnya buka suara terkait aksi penyalaan flare massal yang dilakukan oknum suporter saat laga melawan Persita Tangerang, Minggu (4/1/2026).
Meski kecolongan, Panpel mengklaim telah melakukan pengamanan maksimal sebelum laga dimulai.
Ketua Panpel Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengungkapkan bahwa petugas sebenarnya telah mengantisipasi pergerakan tersebut dengan melakukan body checking ketat di seluruh pintu masuk Stadion Manahan.
80 Flare Berhasil Diamankan, Sebagian Lolos ke Tribun
Ginda menyayangkan aksi tersebut tetap terjadi di tengah pertandingan. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah flare yang berhasil disita petugas jauh lebih banyak daripada yang sempat menyala di tribun.
Berdasarkan hasil razia, petugas mengamankan hampir 80 buah flare di pintu masuk.
Ginda menilai insiden ini bukan kegagalan total, melainkan bahan evaluasi karena jumlah yang diamankan mencapai tiga kali lipat dari yang menyala.
"Kalau memang niat menyalakan, pasti akan ada cara untuk menyelundupkan. Ini yang sedang kami analisis," ujarnya, Senin (5/1/2026).
Dampak Asap: 4 Suporter Perempuan Alami Sesak Napas
Aksi bakar flare ini bukan tanpa korban. Panpel mencatat ada empat orang suporter perempuan yang harus mendapatkan perawatan medis segera setelah laga usai.
“Ada empat suporter perempuan yang harus mendapat perawatan pertama karena sesak napas. Langsung ditangani petugas medis di ambulans, tidak sampai dilarikan ke rumah sakit,” jelas Ginda.
Pihak Panpel masih mendalami apakah gangguan pernapasan tersebut murni akibat asap flare yang terperangkap di Stadion Manahan yang bersifat tertutup, atau akibat kondisi berdesakan saat keluar stadion.
Bayang-bayang Sanksi Berat Menanti Persis Solo
Terkait regulasi Liga, Ginda menyadari bahwa Laskar Sambernyawa terancam sanksi dari operator liga maupun Komdis PSSI. Sanksi bisa dalam bentuk denda materiil hingga hukuman pertandingan tanpa penonton.
Ginda berharap sanksi yang dijatuhkan bersifat ringan karena tidak terjadi kerusuhan (chaos) fisik dan pertandingan dapat diselesaikan hingga tuntas.
Langkah Tegas di Laga Berikutnya
Guna meminimalisir kejadian serupa, Panpel berjanji akan memperketat pengamanan di laga kandang selanjutnya.
Dimana pemeriksaan bakala dilakukan menyeluruh, tidak hanya penonton, namun personel Panpel dan pihak ketiga juga akan diperiksa.
Selain itu akan dilakukan re-Layout personel, dimana bakal ada perluasan titik penempatan steward di area-area sensitif untuk menutup "titik bocor".
Menekankan bahwa Stadion Manahan adalah area tertutup di mana asap flare sangat membahayakan kesehatan penonton lain. (atn/dam)
Editor : Damianus Bram