SOLOBALAPAN.COM – Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya buka suara mengenai alasan di balik keputusannya menerima tawaran PSSI.
Juru taktik yang sukses membawa Kanada mentas di Piala Dunia 2022 ini mengaku sangat terkesan dengan antusiasme luar biasa dari para suporter Indonesia.
Bagi Herdman, dukungan suporter bukan sekadar sorak-sorai, melainkan energi utama yang mampu menggerakkan hatinya untuk memulai proyek besar di Asia Tenggara.
Melihat Potensi Besar di Skuad Garuda
Dalam wawancaranya dengan media Kanada, The Canadian Press, Herdman membandingkan potensi Indonesia dengan perjalanan suksesnya saat membangun Timnas Kanada dari peringkat 94 hingga melesat ke urutan 33 dunia.
"Apa yang saya lihat, kumpulan talenta itu ada. Rasanya sangat mirip dengan Kanada. Negara besar, potensi besar dengan pemain lokal, tetapi juga kemampuan merekrut pemain dwikewarganegaraan," ujar Herdman, Minggu (4/1/2026).
Pelatih berusia 50 tahun ini menilai langkah Indonesia mengombinasikan pemain lokal berbakat dengan pemain keturunan adalah fondasi yang tepat untuk menuju level dunia.
Misi Mendalami Budaya dan Karakter Indonesia
Herdman, yang dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan, menegaskan bahwa ia tidak ingin hanya menjadi pelatih di pinggir lapangan.
Ia bertekad untuk membenamkan diri dalam budaya Indonesia guna menciptakan koneksi yang kuat dengan para pemain dan penggemar.
"Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan kebiasaan mereka untuk menciptakan koneksi itu," ungkapnya.
Baginya, melatih Indonesia adalah proyek tentang intensitas dan gairah yang nyata dari para penggemar.
Jadwal Padat Menanti sang Nakhoda
Setelah diperkenalkan secara resmi pekan depan, John Herdman akan langsung tancap gas. Sebagai pelatih yang memegang kendali Timnas Senior dan U-23, ia akan menghadapi agenda maraton di tahun 2026:
- FIFA Series (23-31 Maret 2026): Debut perdana di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
- Piala AFF 2026: Dimulai 25 Juli 2026.
- Asian Games Nagoya (Timnas U-23): Mulai 19 September 2026.
Kehadiran pelatih yang pernah sukses di sektor putra dan putri ini diharapkan membawa transformasi mentalitas juara bagi sepak bola Indonesia. (dam)
Editor : Damianus Bram