SOLOBALAPAN.COM, BALI- Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tampaknya mengalami "gegar budaya" saat menangani klub Liga 1 Indonesia.
Pelatih asal Belanda ini blak-blakan curhat ke media negaranya soal metode perekrutan pemain di Indonesia yang dinilainya sangat amatir dan menggelikan.
Bukannya menggunakan tim pemandu bakat (scouting) yang profesional, klub justru mencari pemain baru hanya bermodalkan video YouTube dan data internet.
Minta Striker, Disodori Link YouTube
Dalam sesi bincang-bincang di podcast Omroep Abe milik media Leeuwarder Courant, Jansen menumpahkan unek-uneknya.
Ia kaget bukan main saat tahu Bali United tidak memiliki tim scouting.
Suatu ketika, ia meminta manajemen mencarikan seorang striker. Namun, prosesnya jauh dari standar sepak bola profesional Eropa.
"Kami tidak punya tim pencari bakat. Pemilik kami mendapatkan video YouTube dari agen, beserta detail dari Transfermarkt. Lalu dia menghubungi saya: 'Kita sedang cari striker kan? Apakah ini menarik?'," cerita Jansen menirukan ucapan sang bos.
Dikasih Winger "Mini" 165 Cm
Cerita Jansen makin kocak sekaligus miris. Pernah satu momen, ia sangat membutuhkan sosok striker murni (ujung tombak).
Namun, sang pemilik klub yang disebutnya "sangat kaya" itu malah menyodorkan pemain yang jauh panggang dari api.
"Terkadang kita cari striker, pemilik kita muncul dengan pemain sayap kiri setinggi 1,65 meter. Dia sama sekali tidak bisa main sebagai striker," keluh Jansen.
Saat Jansen protes, sang pemilik dengan enteng menjawab, "Orang seperti itu pasti bisa main bola."
Untungnya, setelah dijelaskan bahwa kebutuhan tim adalah striker, kontrak pemain "salah kamar" itu dibatalkan dan diganti dengan pemain yang sesuai profil.
Ingin Bangun Warisan
Meski dibuat pusing dengan cara kerja klub yang unik, mantan pelatih PEC Zwolle ini mengaku betah.
Ia berambisi tinggal 2-3 tahun lagi di Bali untuk meninggalkan warisan positif, salah satunya membentuk sistem scouting yang benar.
"Belum ada klub di sini yang punya sistem itu. Akan sangat bagus jika kita punya pemandu bakat yang bisa cari pemain di dalam dan luar negeri secara sistematis," pungkasnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo