SOLOBALAPAN.COM – Penunjukan John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia membawa angin segar bagi evolusi taktik Skuad Garuda.
Pelatih asal Inggris ini dikenal sebagai penganut setia sistem 3-4-2-1 yang sangat dinamis, agresif, dan mengedepankan disiplin transisi.
Sistem ini diprediksi akan sangat cocok dengan kedalaman skuad Indonesia saat ini yang dihuni banyak pemain versatile (serbabisa).
Berikut adalah analisis bagaimana John Herdman akan merombak formasi Garuda:
1. Jay Idzes: Sang 'General' di Jantung Pertahanan
Dalam skema tiga bek sejajar, Herdman membutuhkan satu bek tengah yang memiliki kemampuan membaca permainan dan distribusi bola yang sempurna.
Peran: Jay Idzes diprediksi akan menempati posisi bek tengah utama (tengah dari tiga bek).
Fungsi: Ia tidak hanya bertugas menghalau serangan, tetapi juga menjadi pemulai serangan pertama (ball-playing defender) dari lini belakang.
2. Wingback yang Eksplosif: Panggung Nathan Tjoe-A-On dan Sandy Walsh
Formasi 3-4-2-1 sangat bergantung pada stamina dan kualitas umpan para wingback.
Sisi Kiri: Nathan Tjoe-A-On memiliki profil yang sangat disukai Herdman; kuat dalam bertahan namun tajam saat membantu serangan.
Sisi Kanan: Sandy Walsh atau Asnawi Mangkualam akan dituntut untuk meng-cover seluruh area pinggir lapangan secara konsisten selama 90 menit.
3. Duo 'Creative Ten': Ruang bagi Marselino dan Thom Haye
Berbeda dengan formasi 4-3-3 konvensional, Herdman sering memasang dua gelandang serang (nomor 10) di belakang striker tunggal.
- Kreativitas: Posisi ini sangat ideal bagi Marselino Ferdinan dan Thom Haye untuk bergerak bebas di ruang antar lini lawan guna melepaskan umpan terobosan atau melakukan tembakan jarak jauh.
Transisi Kilat: Filosofi Utama Herdman
Filosofi utama Herdman yang membawanya sukses di Kanada adalah "Direct Transition". Ia tidak ingin timnya terlalu lama menguasai bola di area sendiri tanpa tujuan.
- High Pressing: Indonesia akan diminta melakukan tekanan tinggi sejak lawan menguasai bola di lini pertahanan mereka.
- Vertical Football: Saat merebut bola, pemain harus segera mengalirkan bola secara vertikal menuju striker tunggal (seperti Struick atau Ramadhan Sananta) yang bertugas sebagai pemantul bola. (dam)