SOLOBALAPAN.COM – Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026) menjadi sinyal kuat bahwa PSSI tidak main-main dalam mengejar mimpi Piala Dunia.
Menggantikan Patrick Kluivert, Herdman datang dengan reputasi sebagai "sang pembangun fondasi" yang telah teruji di berbagai benua.
Lahir di Consett, Inggris, pada 19 Juli 1975, pelatih berusia 50 tahun ini mungkin tidak memiliki karier mentereng sebagai pemain.
Namun, ia memiliki otak taktis brilian yang berfokus pada sistem, disiplin ketat, dan pembangunan mentalitas juara.
Perjalanan Karier: Dari Selandia Baru hingga Puncak Dunia
Karier kepelatihan Herdman dimulai dengan langkah berani di usia 30 tahun saat ia merantau ke Selandia Baru. Di sanalah ia mulai mengukir namanya di panggung internasional.
Era Selandia Baru (2006–2011): Herdman sukses membawa timnas putri Negeri Kiwi tampil di Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008.
Era Emas Putri Kanada (2011–2018): Ia membawa Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade (2012 & 2016). Di sini, ia dikenal sebagai pelatih yang mampu memaksimalkan potensi pemain secara agresif.
Sejarah Bersama Tim Putra Kanada (2018–2023): Langkah paling fenomenal terjadi saat ia membawa tim putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar, mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun.
Satu-satunya di Dunia: Pemegang Rekor Unik FIFA
John Herdman memegang status sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang sanggup membawa tim nasional putra dan putri dari negara yang sama tampil di ajang putaran final Piala Dunia FIFA.
Keberhasilan melesatkan peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 adalah bukti nyata tangan dinginnya.
Tolak Honduras dan Jamaika demi Skuad Garuda
Menariknya, sebelum berlabuh di Jakarta, media internasional Diez sempat melaporkan bahwa Herdman menolak tawaran menggiurkan dari Honduras dan Jamaika.
Tantangan besar di Asia Tenggara bersama Timnas Indonesia tampaknya lebih memikat insting kompetitif pelatih penganut formasi 3-4-2-1 ini.
Apa yang Akan Dibawa Herdman untuk Indonesia?
Kehadiran Herdman diprediksi akan membawa transformasi besar bagi Marselino Ferdinan dan kolega:
- Mentalitas Pemenang: Pengalaman membawa tim underdog ke panggung dunia sangat relevan dengan ambisi Indonesia.
- Disiplin Taktik: Skema tiga bek andalannya dikenal sangat progresif dalam transisi permainan, cocok dengan karakter pemain sayap cepat Indonesia.
- Pembangunan Jangka Panjang: Herdman piawai menyelaraskan filosofi antara tim muda dan senior.
Kini, seluruh mata tertuju pada debutnya di FIFA Series Maret 2026. Akankah "Midas Touch" milik Herdman mampu menyulap Garuda terbang lebih tinggi? (dam)
Editor : Damianus Bram