Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Persib Bandung Menjelma Jadi JDT-nya Super League, Puncaki Klasemen Akhir 2025, Liga Indonesia Terancam Membosankan?

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 30 Desember 2025 | 01:43 WIB

AFC jatuhkan sanksi kepada Persib Bandung dan Selangor FC.
AFC jatuhkan sanksi kepada Persib Bandung dan Selangor FC.

SOLOBALAPAN.COM, BANDUNG – Alarm peringatan bagi kompetitivitas sepak bola Indonesia mulai berbunyi.

Persib Bandung sukses menutup tahun 2025 dengan bertengger di singgasana puncak klasemen Super League.

Pasukan Pangeran Biru kini berpeluang besar mencetak sejarah Hat-trick Juara (tiga musim beruntun) setelah sebelumnya merajai musim 2023/24 dan 2024/25.

Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa Liga Indonesia akan bernasib sama dengan liga tetangga yang membosankan karena didominasi satu klub saja (One Club League).

Bayang-bayang Dominasi JDT dan Buriram

Selama ini, Liga Indonesia dikenal sebagai liga paling ketat di ASEAN karena juaranya selalu berganti.

Namun, hegemoni Persib kini mengarah pada pola yang terjadi di Malaysia (Johor Darul Ta'zim/JDT), Thailand (Buriram United), dan Singapura (Lion City Sailors), di mana sang juara sudah bisa ditebak bahkan sebelum musim dimulai.

Persib memiliki segalanya untuk menjadi "JDT-nya Indonesia".

Kombinasi pelatih jenius Bojan Hodak, skuad bertabur bintang seperti Thom Haye, hingga kesehatan finansial yang tak tertandingi.

Baca Juga: Daftar Lengkap Nominasi PSSI Awards 2025: 2 Bintang Persija Siap Saingi Marselino Ferdinan, Kiper Persebaya dan Persib Tantang Emil Audero 

Lingkaran Setan: Prestasi Datangkan Cuan, Cuan Beli Prestasi

Kekuatan Persib kian tak terbendung berkat partisipasi rutin mereka di kancah Asia.

Guyuran dana segar dari Liga Champions Asia 2 (ACL 2) membuat kesenjangan finansial dengan klub lain semakin menganga.

Dengan uang tersebut, Persib leluasa mendatangkan pemain kelas satu, yang otomatis menjamin prestasi di liga domestik, dan kembali menghasilkan uang di musim berikutnya.

Sebuah siklus yang membuat klub lain seperti Borneo FC, Persija Jakarta, hingga Malut United harus bekerja ekstra keras untuk sekadar menempel ketat.

Bojan Hodak: Fokus Laga per Laga

Meski sempat terseok di awal musim, mental juara Persib berbicara. Kini mereka mengoleksi 34 poin, setara dengan Borneo FC namun unggul head-to-head.

Menanggapi posisi timnya, Bojan Hodak tetap merendah dan waspada. Ia enggan jemawa mengingat jadwal neraka sudah menanti di depan mata.

"Sekarang kami memiliki poin sama dengan Borneo. Sekarang kami fokus menghadapi laga berikutnya melawan Kediri (Persik) dan setelah itu kami akan melawan Persija," ujar pelatih asal Kroasia tersebut.

Posisi akhir putaran pertama akan sangat ditentukan oleh hasil dua laga krusial tersebut.

Mampukah rival-rival Persib mematahkan dominasi ini, atau Liga Indonesia benar-benar akan menjadi panggung solo milik Maung Bandung?

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#persib bandung #jdt #puncaki klasemen #Super League #liga indonesia