SOLOBALAPAN.COM - Teka-teki mengenai sosok nakhoda baru Timnas Indonesia mulai mengerucut.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dikabarkan tengah serius membidik John Herdman, pelatih asal Inggris yang memiliki rekam jejak mentereng di kancah sepak bola internasional.
Meski belum ada pengumuman resmi, nama Herdman mencuat sebagai kandidat terkuat.
Ia dinilai sebagai paket lengkap: pelatih bermental juara, berpengalaman di level Piala Dunia, namun dengan rate card yang ramah di kantong federasi.
Siapa John Herdman? Sang Pemecah Kutukan 36 Tahun
Bagi pecinta sepak bola Amerika Utara, John Herdman adalah pahlawan.
Baca Juga: Satu Jay Idzes Lebih Mahal dari Skuad Timnas Malaysia! Update Transfermarkt Bikin Fans Garuda Bangga
Pelatih berusia 49 tahun ini sukses mencetak sejarah besar dengan membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pencapaian ini sangat fenomenal mengingat Kanada terakhir kali tampil di ajang paling bergengsi tersebut pada tahun 1986.
Artinya, Herdman sukses mengakhiri puasa panjang selama 36 tahun.
Sebelum menangani tim putra, Herdman lebih dulu bersinar bersama Timnas Putri Kanada.
Tangan dinginnya menghasilkan dua medali perunggu Olimpiade (London 2012 dan Rio 2016).
Rekam jejak ini membuktikan kapasitasnya dalam membangun tim dari nol hingga berprestasi di panggung global.
Alasan PSSI: Kualitas Dunia, Harga "Kekeluargaan"
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh, membeberkan alasan menarik di balik ketertarikan federasi terhadap Herdman.
Selain prestasi, faktor finansial menjadi pertimbangan utama.
"Harga kekeluargaan," ungkap Riyadh singkat.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa negosiasi gaji dengan Herdman berjalan mulus dan angkanya relatif terjangkau bagi PSSI, berbeda dengan pelatih asing kelas dunia lainnya yang kerap mematok harga selangit.
Herdman tampaknya lebih tertarik pada tantangan proyek jangka panjang ketimbang sekadar nominal kontrak.
Cocok dengan Skuad Multikultural Garuda
Gaya kepelatihan Herdman dinilai sangat cocok dengan kondisi Timnas Indonesia saat ini.
Ia dikenal pandai meramu strategi dengan memadukan potensi pemain lokal dan pemain keturunan (diaspora).
Pengalamannya menangani Timnas Kanada yang juga multikultural menjadi aset berharga.
Di Indonesia, ia akan dituntut menyatukan chemistry antara talenta lokal dan pemain naturalisasi di tengah persaingan ketat Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tugas Berat Menanti di Grup Neraka
Jika resmi ditunjuk, Herdman tidak punya banyak waktu untuk bersantai.
Ekspektasi publik sangat tinggi, yakni menjaga asa Indonesia di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda harus bersaing dengan raksasa Asia seperti Jepang, Australia, dan Arab Saudi.
Kemampuan adaptasi cepat Herdman terhadap budaya dan karakter pemain Indonesia akan menjadi kunci sukses di era baru ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo