SOLOBALAPAN.COM – Gebrakan besar dilakukan PSSI untuk meningkatkan kredibilitas kompetisi sepak bola tanah air.
Jika musim lalu wasit asing hanya dipanggil untuk laga-laga tertentu yang berisiko tinggi (high risk), mulai putaran kedua Super League 2025/2026, keterlibatan pengadil lapangan ekspatriat akan jauh lebih intensif.
Langkah ini diawali dengan penugasan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, yang memimpin laga Persita Tangerang vs Persik Kediri di Indomilk Arena, Minggu (21/12/2025).
Wasit Asing Pertama yang Menetap (Full Time)
Baca Juga: UPDATE Peringkat FIFA Terkini: Indonesia Tertahan di Posisi 122, Masih Terpaut Tipis dari Malaysia
Berbeda dengan musim sebelumnya, Yudai Yamamoto akan menjadi wasit asing pertama yang menetap dan bekerja secara full time di Indonesia. Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa.
Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menambahkan, Yudai Yamamoto menjadi wasit asing pertama yang akan bekerja full time di Indonesia.
Menurutnya, Rekam jejak Yudai Yamamoto di dunia perwasitan tidak perlu diragukan.
”Sebelum menjadi wasit profesional di Jepang, selama 4-5 tahun, beliau bertugas di pasukan bela diri (tentara) Jepang. Itulah mengapa beliau sangat kuat. Beliau bisa melawan siapa saja. Ya. Beliau bisa melakukan segalanya sendiri,” puji Ogawa.
PSSI sengaja memilih Yudai karena rekam jejaknya yang luar biasa, baik secara teknis maupun mental:
Misi Transfer Ilmu dan Persaingan Sehat
Direktur Operasional I.League Asep Saputra menjelaskan, langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas Super League.
Dia menilai level kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu semakin naik. Karena itu, kualitas wasit juga harus dinaikkan.
”Nah, Yudai ini sangat berpengalaman di FIFA dan AFC. Saya pikir pengalamannya akan memberikan transfer ilmu yang baik. Juga, sekaligus menjadi kompetitor yang baik bagi wasit kita,” ujar Asep di Jakarta.
Perluasan Tugas Mulai Januari 2026
Asep menambahkan, mulai Januari atau memasuki paruh kedua kompetisi, wasit asing tidak hanya akan terlihat di laga-laga "panas" atau derbi besar.
PSSI akan memperluas tugas mereka untuk memimpin pertandingan di luar kategori high risk.
”Nanti pada paruh kedua kompetisi Super League, kami perluas lagi tugas wasit asing untuk match-match tertentu. Tujuannya agar kualitas pertandingan secara keseluruhan tetap terjaga,” tegas Asep Saputra.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa PSSI serius dalam membenahi kualitas pengadil lapangan guna mewujudkan industri sepak bola Indonesia yang lebih profesional dan bersih. (dam)
Editor : Damianus Bram