SOLOBALAPAN.COM – Jika tahun 2024 adalah masa keemasan penuh prestasi, maka tahun 2025 menjadi babak penuh drama yang berakhir pahit bagi sepak bola Indonesia.
Rentetan ekspektasi tinggi masyarakat yang dibangun sejak kesuksesan di Piala Asia 2023 seolah runtuh dalam sekejap akibat kebijakan federasi dan kegagalan di berbagai ajang internasional.
Berikut adalah rangkuman perjalanan "rollercoaster" Timnas Indonesia sepanjang tahun 2025:
1. Januari: Kejutan Pahit Pemecatan Shin Tae-yong
Tahun 2025 dibuka dengan "gempa bumi" di sepak bola nasional. Pada 6 Januari 2025, PSSI resmi memecat Shin Tae-yong.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berdalih adanya dinamika komunikasi dan strategi yang sudah dirasakan sejak kekalahan melawan Tiongkok pada Oktober 2024.
Hanya berselang dua hari, PSSI menunjuk legenda Belanda, Patrick Kluivert, sebagai pengganti.
Penunjukan ini menuai polemik karena proses seleksi yang dianggap dilakukan di belakang layar sejak Desember 2024.
Baca Juga: RESMI! Jakarta Jadi Tuan Rumah Drawing Piala AFF 2026: Intip Jadwal dan Peluang Skuad Full Abroad!
2. Debut Kluivert dan Pupusnya Mimpi Piala Dunia
Kiprah Patrick Kluivert bersama skuad senior dimulai dengan hasil beragam:
Maret: Debut pahit kalah 1-5 dari Australia, namun bangkit menang 2-1 atas Bahrain di GBK.
Juni: Menang tipis 1-0 atas Tiongkok dan melaju ke Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Oktober: Mimpi ke Piala Dunia resmi terkubur setelah Garuda takluk dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) di Putaran Keempat.
Imbasnya, Patrick Kluivert dipecat hanya seminggu setelah kegagalan tersebut.
3. Februari - September: Kegagalan Beruntun Kelompok Usia
Kondisi di level junior pun tidak lebih baik. Timnas kelompok usia seolah kehilangan taji di kancah Asia dan regional:
Timnas U-20: Tersingkir di Piala Asia U-20 (Februari) tanpa kemenangan, berujung lengsernya Indra Sjafri dari kursi pelatih U-20.
Timnas U-23: Di bawah asuhan Gerald Vanenburg, Garuda Muda hanya menjadi runner-up Piala AFF U-23 setelah kalah dari Vietnam, serta gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026 usai disisihkan Korea Selatan.
4. Desember: Tragedi SEA Games 2025
Tahun yang buruk ini ditutup dengan kegagalan total di SEA Games 2025 Thailand.
Mengusung misi mempertahankan medali emas, Timnas U-22 yang kembali ditangani Indra Sjafri justru langsung gugur di fase grup.
Secara mengejutkan Timnas Indonesia U-22 kalah 0-1 dari Filipina dalam laga perdana SEA Games 2025 Thailand.
Selanjutnya, Timnas mampu menang 3-1 atas Myanmar, namun kalah produktivitas gol dari Malaysia dalam perburuan runner-up terbaik.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa edisi terakhir, Indonesia pulang tanpa medali. Indra Sjafri pun resmi dilepas pasca-insiden ini.
Kesimpulan: Tahun Evaluasi Besar
Tahun 2025 menjadi rapor merah bagi PSSI. Pergantian kepemimpinan teknis yang mendadak di awal tahun terbukti tidak memberikan efek instan, justru memutus stabilitas yang sudah dibangun sebelumnya.
Indonesia menutup tahun 2025 dalam kondisi kekosongan pelatih kepala, menyisakan tugas berat bagi federasi untuk menata ulang masa depan skuad Garuda di tahun 2026. (dam)
Editor : Damianus Bram