SOLOBALAPAN.COM – Kabar kurang sedap datang dari kancah sepak bola Asia.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhkan sanksi denda finansial yang cukup besar kepada Persib Bandung dan Selangor FC.
Sanksi ini merupakan buntut dari rentetan insiden disiplin saat kedua tim bertemu di ajang AFC Champions League Two pada 6 November lalu.
Berdasarkan keputusan Komite Disiplin dan Etik AFC dalam rapat tanggal 15 Desember, Persib Bandung justru menerima hukuman yang jauh lebih berat dibandingkan tim tuan rumah, Selangor FC.
Rincian Sanksi Persib Bandung: Total Denda Rp 503 Juta
Maung Bandung harus merogoh kocek dalam-dalam setelah AFC menjatuhkan denda sebesar USD 30.000 atau setara dengan Rp503 Juta. Sanksi berat ini diberikan atas tiga poin pelanggaran utama:
- Invasi Penonton: Adanya suporter yang masuk ke area lapangan tanpa izin.
- Pelemparan Benda: Adanya pelemparan benda ke area pertandingan oleh suporter.
- Masalah Keamanan: AFC menilai perilaku suporter Persib berpotensi membahayakan keselamatan pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan di level internasional.
AFC menilai insiden yang melibatkan suporter Persib berpotensi membahayakan keselamatan pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan.
Rincian Sanksi Selangor FC: Total Denda Rp255 Juta
Selangor FC sebagai tuan rumah di Stadion Petaling Jaya juga tak luput dari jerat denda.
Tim berjuluk Gergasi Merah ini dikenai denda sebesar USD 15.250 (sekitar Rp255 Juta) atas kelalaian berikut:
- Keterlambatan Kick-off: Babak kedua terlambat dimulai selama 1 menit 42 detik (Denda USD 1.250).
- Kelalaian Standar Operasional: Kegagalan dalam mengelola standar operasional pertandingan.
- Pelanggaran Disiplin: Dua penonton terafiliasi masuk ke lapangan (Denda USD 14.000).
Teguran Keras dari AFC
Melansir dari The Star, AFC menegaskan bahwa hukuman ini merupakan peringatan keras bagi seluruh klub peserta kompetisi Asia.
AFC menuntut setiap klub bertanggung jawab penuh atas perilaku suporternya, terutama terkait keselamatan di dalam stadion.
"Seluruh klub peserta wajib bertanggung jawab atas perilaku suporter, terutama dalam pertandingan berlevel Asia yang berada di bawah pengawasan ketat konfederasi," tulis pernyataan resmi AFC.
Hukuman ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi manajemen Persib Bandung dan Bobotoh untuk lebih tertib dalam laga-laga internasional mendatang demi menjaga nama baik klub dan sepak bola Indonesia di kancah Benua Kuning. (dam)
Editor : Damianus Bram