SOLOBALAPAN.COM – PSIS Semarang resmi memasuki babak baru dengan optimisme tinggi di penghujung tahun 2025.
Pasca berganti kepemilikan, manajemen Laskar Mahesa Jenar langsung melakukan pergerakan agresif di bursa transfer.
Langkah ini menjadi sinyal perang bahwa PSIS enggan berlama-lama menjadi penghuni dasar klasemen Pegadaian Championship Liga 2.
Saat ini, Mahesa Jenar masih terpuruk sebagai juru kunci dengan hanya mengoleksi lima poin dari 12 laga.
Namun, kehadiran pemilik baru membawa angin segar dan standar kualitas yang jauh lebih tinggi untuk putaran kedua.
Kepulangan Sang Anak Hilang: Tegar Infantrie
Langkah pertama manajemen baru adalah memulangkan Tegar Infantrie. Gelandang asli Semarang ini diharapkan menjadi jenderal lapangan tengah yang selama ini kehilangan kontrol.
“Hati birunya tak pernah padam. Selamat datang kembali di rumah, Tegar Infantrie,” tulis akun @psisofficial.
Aroma Super League: Fahmi Al Ayyubi & Gustur Cahyo
Demi menaikkan level permainan, PSIS merekrut duo berpengalaman kasta tertinggi, Fahmi Al Ayyubi dan Gustur Cahyo Putro.
Fahmi dikenal dengan speed dan mobilitas tinggi, sementara Gustur menawarkan fleksibilitas taktik di lini belakang dan tengah.
Bedol Desa Bintang Persela Lamongan
Manuver paling mengejutkan adalah diboyongnya lima pilar Persela Lamongan, Wawan Febrianto, Ocvian Chanigio, Otavio Dutra, Beto Goncalves, Esteban Vizcarra.
Wawan resmi melakoni periode keduanya di Semarang, sementara Ocvian diproyeksikan menambah agresivitas sektor sayap.
Sedangkan Otavio Dutra, Beto Goncalves, Esteban Vizcarra adalah "Trio Naturalisasi" yang diboyong PSIS dari Persela dalam waktu yang sangat berdekatan.
Ketiga pemain ini bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar utama Persela di putaran pertama.
Faktor Fariz Julinar dan Krisis Manajemen Persela
Eksodus besar-besaran pemain Persela ke PSIS Semarang ini tidak terjadi begitu saja.
Faktor kepindahan Fariz Julinar dan Datu Nova Fatmawati dari pucuk pimpinan manajemen Persela ke posisi CEO PSIS Semarang menjadi alasan terkuat.
Situasi di tubuh Persela Lamongan saat ini dikabarkan tengah mengalami kendala keuangan dan kekosongan manajemen pasca ditinggal para petingginya.
Ketidakpastian nasib inilah yang membuat para pemain bintang, lebih memilih untuk kembali bekerja sama dengan Fariz Julinar di PSIS.
Rekap Terbaru 8 Amunisi Baru PSIS Semarang
PSIS tercatat telah merekrut delapan pemain baru guna mengejar target promosi ke kasta tertinggi:
- Otavio Dutra (Bek - Eks Persela)
- Beto Goncalves (Striker - Eks Persela)
- Esteban Vizcarra (Gelandang - Eks Persela)
- Wawan Febrianto (Winger - Eks Persela)
- Ocvian Chanigio (Gelandang - Eks Persela)
- Tegar Infantrie (Gelandang)
- Fahmi Al Ayyubi (Winger)
- Gustur Cahyo (Winger/Bek)
Seleksi Alam: Empat Pemain Dilepas
Sebagai konsekuensi dari masuknya pemain baru, manajemen juga melakukan rasionalisasi skuad. Empat pemain dilepas untuk memberi ruang, yakni Ade Ivan, Widi Syarief, Basajum Latuconsina, dan Zico Uldha.
Keputusan ini menegaskan bahwa manajemen tidak ragu melakukan evaluasi tegas. Fokus utama bukan pada nama besar, melainkan pada kebutuhan tim dan keseimbangan komposisi pemain.
Misi Keluar dari Lubang Jarum
Dengan komposisi pemain yang kini didominasi profil "Rasa Liga 1", PSIS Semarang di atas kertas memiliki kualitas di atas rata-rata kontestan Liga 2 lainnya.
Namun, pekerjaan rumah terbesar pelatih adalah membangun chemistry kilat antara pemain lama dan baru.
Putaran kedua akan menjadi fase hidup-mati bagi Mahesa Jenar. Setiap laga adalah final demi menjaga martabat klub di panggung sepak bola nasional.
Dari juru kunci, PSIS kini menatap misi mustahil: bertransformasi menjadi penantang serius di papan atas. (dam)
Editor : Damianus Bram