SOLOBALAPAN.COM – Keputusan mengejutkan diambil oleh pelatih kenamaan asal Inggris, John Herdman.
Sebelum santer dikabarkan merapat ke Timnas Indonesia, Herdman dilaporkan secara resmi menolak tawaran melatih dari dua negara kuat kawasan CONCACAF, yaitu Honduras dan Jamaika.
Langkah berani ini langsung mengundang perhatian publik sepak bola internasional.
Penolakan tersebut dianggap sebagai sinyal paling kuat bahwa pelatih berusia 50 tahun itu telah membulatkan tekad untuk mengambil tantangan baru di Asia bersama skuad Garuda.
Mengapa John Herdman Begitu Diminati?
Nama Herdman menjadi komoditas panas di bursa pelatih internasional berkat prestasinya yang fenomenal bersama Timnas Kanada.
Ia adalah aktor intelektual di balik lolosnya Kanada ke Piala Dunia 2022 Qatar, mengakhiri penantian panjang negara tersebut selama puluhan tahun.
Reputasi inilah yang membuat PSSI melalui Anggota Exco, Endri Erawan, kepincut. Dari sekian banyak nama, proses seleksi kini telah mengerucut drastis.
John Herdman berada di posisi terdepan mengungguli Giovanni van Bronckhorst untuk mengisi kursi pelatih kepala Timnas Senior dan U-23.
Kronologi Penolakan Tawaran Amerika Tengah
Sebelum PSSI masuk dalam fase akhir negosiasi, Herdman sejatinya telah dibidik oleh Honduras. Negara ini menjadikan Herdman kandidat utama untuk proyek Piala Dunia 2026 sebagai pengganti Reinaldo Rueda.
Sementara itu, Jamaika juga bergerak cepat mendekati Herdman setelah kursi pelatih kepala ditinggalkan Steve McClaren.
Alih-alih bertahan di zona nyaman kawasan Amerika Utara dan Tengah (CONCACAF), Herdman memilih menolak keduanya.
Ia disebut sangat tertarik pada proyek jangka panjang yang disiapkan PSSI untuk membawa Indonesia bersaing lebih jauh di level Asia.
Ambisi Baru di Tanah Air
Keputusan menolak Honduras dan Jamaika mencerminkan ambisi besar Herdman.
Ia dikenal sebagai pelatih yang adaptif dan komunikatif, modal penting untuk menghadapi kultur sepak bola Indonesia yang unik dengan ekspektasi suporter yang sangat tinggi.
PSSI memproyeksikan pengumuman resmi nahkoda anyar ini akan terjadi sebelum pergantian tahun 2025.
Jika tidak ada aral melintang, John Herdman akan segera memulai tugas beratnya membangun fondasi filosofi permainan modern bagi Timnas Indonesia. (dam)
Editor : Damianus Bram