Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Malut United Mengecam Keras Serangan Rasisme Oknum Bobotoh ke Yance Sayuri, 'Persib Tim Besar, Tapi Perilaku Pendukungnya Kerdil!'

Damianus Bram • Selasa, 16 Desember 2025 | 20:05 WIB
Pemain sepak bola Malut United Yance Sayuri.
Pemain sepak bola Malut United Yance Sayuri.

SOLOBALAPAN.COM - Atmosfer panas dalam sebuah pertandingan besar adalah hal yang tak terhindarkan.

Seringkali, ketegangan fisik terjadi di lapangan, bahkan melibatkan kompatriot di Timnas, namun biasanya mereda setelah wasit meniup peluit panjang.

Seperti yang baru-baru ini terjadi dalam laga sengit antara Malut United melawan Persib Bandung.

Pertandingan tersebut sempat diwarnai ketegangan serius antara dua bintang Timnas Indonesia, yaitu Marc Klok dari Persib dan Yance Sayuri dari Malut United.

Yance Sayuri bahkan sempat terpancing emosi dan terlihat memberikan gestur ingin memukul ke arah Klok.

Beruntung, berkat kedewasaan kedua pemain, insiden di lapangan ini tidak berlanjut. Yance dan Klok dikabarkan telah saling memaafkan setelah pertandingan usai.

Rasisme Muncul di Media Sosial: Oknum Bobotoh Hujat Yance Sayuri

Sayangnya, tensi panas insiden Klok dan Yance justru berlanjut di luar lapangan, dipicu oleh oknum suporter Persib Bandung atau Bobotoh.

Oknum-oknum ini gencar melancarkan hujatan, bahkan hingga bernada rasis, di berbagai platform media sosial yang ditujukan kepada Yance Sayuri.

Tindakan ini tentu sangat disayangkan dan dinilai menodai sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Malut United Kecam Keras: Minta Koordinator Bobotoh Tertibkan Suporter

Manajemen Malut United segera bereaksi, mengecam keras ujaran rasisme yang menargetkan pemainnya.

Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, menyampaikan kekecewaannya.

"Serangan tersebut diduga dilakukan oleh oknum pendukung Persib Bandung usai laga Malut United kontra Persib, ini sangat disesalkan. Kami minta koordinator Bobotoh untuk menertibkan oknum pendukung seperti ini," tegas Asghar Saleh, seperti dikutip dari Antara.

Menurut Asghar, tindakan rasis tersebut merupakan cerminan perilaku dan pola pikir yang rendah, apalagi rasisme telah dilarang keras di seluruh dunia.

"Kita kecam ini. Persib adalah tim besar, tapi perilaku pendukung seperti ini sangat kerdil. Serangan rasis terhadap Yance dan juga Yakob Sayuri sudah berulang kali terjadi," imbuhnya.

Kritik Keras untuk PSSI

Selain mengecam oknum suporter, Asghar Saleh juga melayangkan kritik tajam kepada PSSI.

Federasi sepak bola Indonesia tersebut dinilai kurang serius dalam menindak maupun mencegah insiden rasisme yang berulang kali menimpa sejumlah pemain sepak bola di Tanah Air.

"Sudah kami laporkan ke polisi, tapi sampai sekarang federasi terkesan diam. Tidak ada tindakan apa pun," tutur Asghar.

Manajemen Malut United berharap insiden serupa tidak terulang lagi. Mereka meminta seluruh elemen masyarakat, suporter, klub, hingga federasi, untuk menunjukkan keseriusan penuh dalam memberantas tuntas rasisme di kancah persepakbolaan nasional. (dam)

Editor : Damianus Bram
#marc klok #persib #rasisme #Malut United #Yance Sayuri #bobotoh