Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

WARENG BUKA SUARA! Ketua Panser Biru Sebut Fariz Julinar Kambing Hitam Polemik Saham Ganda, Singgung Isu Bus Persela Pindah ke PSIS!

Damianus Bram • Minggu, 14 Desember 2025 | 00:15 WIB
Ketua Panser Biru Wareng.
Ketua Panser Biru Wareng.

SOLOBALAPAN.COM – Wareng, Ketua kelompok suporter Panser Biru, angkat suara terkait polemik kepemilikan saham dan manajemen yang tengah memanas di Liga Indonesia.

Dinamika ini ramai setelah Datu Nova (istri Fariz Julinar Maurisal) mengakusisi saham mayoritas PSIS Semarang, yang kemudian menyeret nama Fariz Julinar, mantan CEO Persela Lamongan.

Melalui akun Instagram pribadinya @kepareng_wareng, ia menyampaikan pandangan yang santai namun menyentil banyak pihak.

Wareng menilai, praktik kepemilikan saham di lebih dari satu klub bukanlah hal baru di sepak bola nasional dan sudah lama terjadi.

Namun, persoalan muncul ketika isu tersebut dibawa ke ranah opini publik yang memasukkan rasa emosional, sehingga cenderung menyalahkan salah satu individu.

"Sudah saya bilangin, satu orang punya saham di dua atau tiga klub di Indonesia itu hal biasa terjadi,” tulis Wareng.

Fariz Julinar di Pusaran Tudingan

Wareng menyoroti nasib Fariz Julinar, yang setelah didesak mundur dari Persela, justru menghadapi situasi ironis.

Tudingan kini merambah ke usaha pribadinya yang diserang isu boikot, hingga urusan tim yang seolah semua dibebankan padanya.

Wareng mengaku kasihan dengan posisi Fariz, yang juga suami dari CEO baru PSIS. Relasi personal ini menyeret Fariz ke berbagai tudingan, salah satunya adalah perubahan branding bus tim Persela yang kini digunakan oleh PSIS Semarang.

"Dia menyebut, situasi tersebut memicu perasaan tersakiti di kalangan tertentu. Seolah-olah semua perubahan itu dikaitkan langsung dengan Fariz. Padahal, menurut dia, tidak semua keputusan operasional bisa dibebankan ke satu orang saja," tulis Wareng, menekankan posisi Faris sebagai pemilik minoritas saham Persela, bukan mayoritas.

Isu Bedol Desa dan Masalah Finansial Persela

Wareng juga menanggapi isu hengkangnya pemain Persela ke PSIS, seperti Wawan Febriyanto dan Octivian Chiniago.

Alih-alih membajak, Wareng justru menilai hengkangnya pemain disebabkan kondisi internal Persela.

"Pemain inti Persela, manajemen baru tidak kuat bayar terus keluar pingin bergabung dengan PSIS, dikiranya Fariz tega membajak pemain,” tulis Wareng.

Wareng menilai tuduhan Fariz sengaja memboyong pemain Persela tidak adil dan terlalu menyederhanakan persoalan yang kompleks.

Bagi Ketua Panser Biru, Fariz seolah dijadikan sasaran empuk untuk disalahkan.

"Kasihan Faris di timur cuma buat salah-salahan, apa jangan-jangan mas bos sudah buka cabang di Lamongan,” sindir Wareng dengan humor khas suporter.

Pendapat Wareng ini memberi sudut pandang lain bahwa di balik riuhnya isu kepemilikan ganda, ada individu yang mungkin terlalu sering disalahkan atas masalah struktural dalam tata kelola klub di Liga Indonesia. (dam)

Editor : Damianus Bram
#persela #panser biru #psis #fariz julinar #saham #polemik #wareng