Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025! Pengamat Sepak Bola Tommy Welly Tuntut Waketum I PSSI Zainudin Amali Bertanggung Jawab 

Damianus Bram • Sabtu, 13 Desember 2025 | 22:43 WIB
Timnas Indonesia U-22 saat laga menghadapi Myanmar di SEA Games 2025.
Timnas Indonesia U-22 saat laga menghadapi Myanmar di SEA Games 2025.

SOLOBALAPAN.COM – Kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 menimbulkan tanda tanya besar mengenai evaluasi di tubuh PSSI.

Meskipun berhasil menang 3-1 atas Myanmar di laga pamungkas Grup C (Jumat, 12/12/2025), hasil tersebut belum cukup meloloskan Garuda Muda ke semifinal, karena kalah produktivitas gol dari Malaysia.

Kegagalan ini memicu kritik keras dari pengamat sepakbola senior, Tommy Welly (Towel).

Towel dalam sebuah acara, menyoroti buruknya performa Timnas U-22 secara keseluruhan, terutama setelah digadang-gadang sebagai tim kuat yang diperkuat empat pemain naturalisasi.

"Overall permainan jelek. Di awal banyak prediksi bahwa ini tim bagus dan kuat, apalagi bisa kalahkan Mali. Lalu mewah karena ada empat pemain naturalisasi. Saya paradoks ya, ini gagal," kata Towel dalam keterangannya.

Kritik Keras: Kepelatihan, Taktik, dan Favoritisme

Menurut Towel, kegagalan Timnas U-22 ini berakar pada dua masalah utama. Yakni kepelatihan dan favoritisme dalam pemilihan tim pelatih.

Pada aspek kepelatihan, Towel membandingkan durasi pemusatan latihan atau training camp (TC) yang lebih lama dari tim lain. Namun hasilnya justru mengecewakan.

"TC tim ini lebih lama ketimbang TC lain untuk AFF atau U23. Bahkan Sumardji, tim manajer bilang, ini suasana bagus, mirip era STY, tapi kenyataannya seperti ini. Flop jauh sekali," ungkap Towel.

Towel mengkritisi taktik yang digunakan, khususnya ketergantungan berlebihan pada satu strategi yang dianggapnya sebagai tanda keputusasaan.

"Saya kritisi cara main. Harus menang betul. Cuma jika selalu mengandalkan lemparan ke dalam itu tanda tidak punya akal dan cara. Berapa kali Robi Darwis lakukan itu? Saya pun tak tahu Robi Darwis main di bek kiri atau central? Ada kebingungan di Indra Sjafri," terang Towel.

Tuntutan Pertanggungjawaban kepada Zainudin Amali

Puncak kritik Towel adalah menyinggung Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainudin Amali, yang sebelumnya terang-terangan memuji Indra Sjafri sebagai pelatih bertangan dingin dan mengedepankan sports science. Kini pujian itu dipertanyakan.

"Lalu Zainuddin Amali bilang Indra pelatih bagus, bertangan dingin, pendekatan sports science, bla.. bla sehingga target emas. Tapi itu semua hanya omong kosong. Saya pertanyakan pernyataan itu. Argumentasi Zainuddin Amali tidak ada satupun yang benar soal sepakbola," kata Towel.

Lebih lanjut Towel menyebut pemilihan Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 bukan didasarkan pada mekanisme yang benar atau kompetensi. Melainkan karena adanya faksi dan favoritisme di tubuh Timnas SEA Games 2025.

"Timnas SEA Games 2025 itu faksinya Zainuddin Amali sementara Amali tidak punya ruang lingkup sepakbola. Dia memilih Indra Syafri karena favoritisme saja, sementara banyak pelatih lainnya yang bagus yang sudah lisensi pro. Tapi kenapa Indra Syafri terus," ungkap Towel.

Towel pun menegaskan bahwa sebagai untuk Timnas U-22 SEA Games 2025 ini, Zainuddin Amali tidak bisa lepas tangan dari hasil buruk ini.

"Jadi sebagai PIC untuk timnas ini adalah Amali maka dia harus tanggung jawab," tegas Towel. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Kegagalan #zainudin amali #timnas indonesia u-22 #Towel #SEA Games 2025 #indra sjafri