“Bismillahirrahmanirrahim, saya Noval dari Amal Produktif. Hari ini kita menyalurkan bantuan 125 Hygiene Kit dari pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk,” ujar Noval.
Paket bantuan tersebut didistribusikan langsung ke titik yang membutuhkan, yakni di Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.
Kenapa Hygiene Kit?
Pilihan bantuan Verdonk dinilai sangat tepat sasaran.
Hygiene Kit atau paket kebersihan adalah barang krusial yang sering terlupakan di posko pengungsian, namun vital untuk mencegah wabah penyakit pascabencana.
Isi paket tersebut meliputi sabun, sikat dan pasta gigi, sampo, tisu basah, hand sanitizer, masker, pembalut, deodoran, hingga handuk kecil.
Bantuan ini diharapkan dapat menjaga sanitasi para penyintas di tengah keterbatasan air bersih dan fasilitas mandi.
Banjir Pujian dan Sindiran untuk Kemensos
Aksi mulia Calvin Verdonk ini langsung menuai respons positif dari publik.
Kata "Respect" membanjiri kolom komentar, mengapresiasi kepedulian sang pemain naturalisasi yang begitu mencintai Indonesia.
Namun, di tengah pujian tersebut, tak sedikit warganet yang melontarkan komentar sarkas yang menyentil Kementerian Sosial (Kemensos).
Hal ini berkaitan dengan ramainya isu perizinan donasi yang baru-baru ini disinggung oleh Mensos dan anggota DPR.
"Wah ndak bisa ini, harus ijin dulu," sindir seorang warganet, menirukan narasi birokrasi yang sedang viral.
Terlepas dari polemik regulasi, langkah nyata Calvin Verdonk membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer tak menghalangi rasa persaudaraan untuk saling membantu di masa sulit. (did)