SOLOBALAPAN.COM - Pemandangan tak mengenakkan terjadi usai peluit panjang berbunyi di laga perdana Grup C SEA Games 2025.
Timnas Indonesia U-22 yang berstatus juara bertahan harus menunduk malu setelah keok 0-1 dari Filipina, Senin (8/12/2025).
Kekalahan mengejutkan ini memicu emosi sang kapten, Ivar Jenner.
Gelandang Jong FC Utrecht itu tertangkap kamera meluapkan amarahnya sesaat setelah pertandingan berakhir.
Dalam video yang viral di media sosial, Ivar terlihat enggan menyalami ofisial tim di pinggir lapangan.
Ia memilih langsung nyelonong menuju ruang ganti. Puncaknya, dengan wajah merah padam, Ivar membanting botol minumannya sekuat tenaga ke tanah—sebuah simbol kekecewaan yang mendalam.
Alasan Ivar Jenner Murka: Korban Perasaan dan Rekan Tim 'Amburadul'
Amarah Ivar Jenner dinilai sangat beralasan oleh para pengamat dan suporter. Ada beberapa faktor yang membuat pemain keturunan Belanda ini habis kesabaran:
-
Pengorbanan Sia-sia: Ivar rela meninggalkan menit bermain regulernya di klub Belanda, Jong FC Utrecht, demi membela Merah Putih di ajang yang bukan kalender FIFA ini.
Berbeda dengan pemain Liga 1 yang kompetisinya diliburkan, Ivar datang dengan risiko karier, namun disambut dengan performa tim yang mengecewakan.
-
Permainan Tim 'Amburadul': Statistik menunjukkan betapa buruknya performa Garuda Muda.
Akurasi umpan hanya 81% (386 dari 482).
Ivar tampak frustrasi melihat rekan-rekannya kerap melakukan passing yang salah, bermain dengan tempo lambat, dan kalah duel fisik dengan pemain Filipina.
-
Peluang Emas Dibuang Percuma: Satu momen yang membuat Ivar geleng kepala adalah ketika ia memberikan umpan matang kepada Rahmat Arjuna.
Berdiri bebas hanya 5 meter di depan gawang, tendangan Rahmat justru melambung jauh di atas mistar. Ivar terlihat sangat kesal melihat peluang 99% gol itu terbuang.
Gol Konyol dan Rekor Buruk Indra Sjafri
Kekalahan ini semakin terasa pahit karena proses gol Filipina yang terbilang "konyol".
Gol tunggal Banatao tercipta lewat skema lemparan ke dalam yang gagal diantisipasi kiper Cahya Supriadi dan barisan pertahanan.
Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor buruk pelatih Indra Sjafri di tahun 2025.
Total dalam 6 laga yang dijalani (baik bersama Timnas U-20 maupun U-22), Indra Sjafri belum pernah sekalipun meraih kemenangan.
Kini, langkah Indonesia ke semifinal menjadi sangat berat.
Selain wajib menang lawan Myanmar, nasib Garuda Muda juga bergantung pada hasil pertandingan di grup lain. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo