SOLOBALAPAN.COM – Winger bintang Malut United FC, Ciro Alves, resmi mengajukan proses pewarganegaraan untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Pemain asal Brasil ini langsung menjadi sorotan, bukan karena ambisi membela Timnas Indonesia, melainkan didorong oleh keinginan murni untuk membantu memajukan sepak bola nasional, termasuk di Maluku Utara.
Ciro Henrique Alves Ferreira E. Silva mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara pada Senin (8/12/2025), ditemani oleh Asisten Manajer Malut United, Asghar Saleh.
Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kepala Kanwil Malut, Budi Argap Situngkir.
Asghar Saleh menjelaskan bahwa kunjungan Ciro Alves merupakan tindak lanjut dari upaya klub dalam membantu sang pemain.
Pihak Kanwil Malut ingin bertemu langsung dengan Ciro sebelum proses naturalisasi dimulai.
"Tadi memang saya menemani dia ke Kanwil Hukum Maluku Utara. Jadi kami diterima ke Kepala Kanwilnya, kemudian sebelumnya kan kita mengajukan surat permohonan untuk pewarganegaraan Ciro kan," kata Asghar Saleh, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (9/12/2025) malam.
"Jadi setelah surat masuk, terus pihak Kanwil tadi meminta kita untuk bertemu secara langsung dengan Ciro karena mereka ingin juga mendengar langsung, meskipun sudah dibikin pernyataan bersedia, kesediaan untuk menjadi warga negara Indonesia, tapi kan mereka ingin ketemu, mendengar langsung dari Ciro. Jadi, tadi saya sama menemani Ciro ketemu Kepala Kanwil-nya," tambahnya.
Pilih Jalur Biasa, Bukan Khusus Timnas
Asghar menegaskan bahwa proses naturalisasi Ciro Alves akan melalui jalur biasa (umum), sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Ini membedakannya dari jalur istimewa (khusus) yang biasa ditempuh oleh para pemain diaspora yang diincar PSSI untuk Timnas Indonesia.
"Memang sesuai undang-undang itu kan ada dokumen dan ada beberapa instasi yang akan kita minta rekomendasinya. Misalnya dari Kementerian Imigrasi, BIN, BNPT, dari Mabes Polri. Karena Ciro itu kita usul pewarganegaraannya melalui jalur biasa, bukan jalur khusus," ucap Asghar.
"Kalau jalur istimewa itu kan ada proses politiknya lewat DPR, PSSI, ada prosedur DPR baru ke presiden. Tapi, ini lewat biasa. Jadi, kita mulainya dari bawah dan karena ini murni keinginan Ciro," sambung dia, menggarisbawahi keinginan murni sang pemain.
Sudah Jatuh Cinta pada Indonesia
Menurut Asghar, pemain berusia 36 tahun itu ingin menjadi WNI karena sudah enam tahun tinggal di Indonesia dan sudah jatuh cinta dengan negeri ini.
Oleh karena itu, hatinya tergerak untuk berkontribusi lebih, tidak hanya sebagai pemain sepak bola profesional.
Ciro Alves, yang memiliki track record pernah membela Timnas Brasil di Piala Dunia U-20 2009, disebut Asghar Saleh berkomitmen memajukan sepak bola Indonesia, khususnya di Maluku Utara.
"Tadi ketika ditanya, dia secara spontan menjawab bahwa memang 6 tahun dia di Indonesia, dia sudah jatuh cinta banget terhadap negeri ini, kemudian dia berkomitmen untuk mendorong kemajuan sepak bola di Indonesia melalui peran dia sebagai pemain," terang Asghar.
"Dan, yang penting karena dia ada di Maluku Utara, dia ingin menjadi bagian dari upaya untuk membanggakan Maluku Utara, membahagiakan masyarakat di sini lewat permainan sepak bola. Itu yang dia sampaikan langsung secara terbuka di hadapan Pak Kakanwil tadi," imbuhnya.
Mengenai peluang membela Timnas Indonesia, Asghar menyebut hal itu bukan prioritas utama Ciro saat ini.
"Enggak (membela Timnas Indonesia), dia bahwa nanti apa yang terjadi setelah dia jadi warga negara Indonesia nanti. Tapi, target dia tuh memang ingin menjadi warga negara Indonesia karena dia dengan keluarga tuh sudah sangat nyaman tinggal di Indonesia. Jadi, dia benar-benar tidak ingin keluar lagi dari Indonesia," tegasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram