SOLOBALAPAN.COM - Spekulasi liar di bursa transfer Championship 2025/2026 semakin memanas!
Keputusan Fariz Julinar mundur dari CEO Persela Lamongan untuk fokus mendampingi istrinya, Datu Nova (CEO baru PSIS Semarang), memicu dugaan eksodus pemain besar-besaran.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa PSIS Semarang kemungkinan akan kedatangan 7 hingga 10 pemain Persela Lamongan pada putaran kedua mendatang.
Akankah Laskar Mahesa Jenar benar-benar memborong bintang Laskar Joko Tingkir?
Trio Naturalisasi dan Playmaker Jadi Incaran Utama
Rumor perpindahan pemain Persela ke PSIS ini mencuat karena kini PSIS dikendalikan oleh Datu Nova.
Tiga nama yang paling kuat dikaitkan dengan PSIS Semarang adalah trio naturalisasi eks Timnas Indonesia, mereka adalah Beto Goncalves (Striker), Esteban Vizcarra (Gelandang), dan Otavio Dutra (Bek).
Selain trio tersebut, dua nama populer lain juga masuk daftar utama incaran PSIS.
Yang pertama adalah Wawan Febriyanto. Winger asal Pati yang pernah membela PSIS tersebut disebut siap pulang kampung untuk memperkuat sektor sayap Laskar Mahesa Jenar.
Nama populer lain yang tak kalah ramai dibicarakan adalah Jonathan Bustos, gelandang kreatif asal Argentina yang selama ini menjadi playmaker andalan Persela Lamongan.
Bustos disebut-sebut akan didatangkan PSIS untuk memperkuat lini tengah sebagai dirigen permainan pada putaran kedua nanti.
Lima nama tersebut diyakini masuk dalam daftar utama yang berpotensi mengikuti jejak Nova Datu.
Isu yang beredar menyebutkan bahwa total 7 hingga 10 pemain Persela berpotensi mengenakan seragam PSIS pada Januari 2026.
Alarm Serius Bagi Persela Lamongan
Jika eksodus besar-besaran ini benar terjadi, Persela Lamongan diprediksi akan mengalami penurunan performa drastis.
Beto, Vizcarra, Dutra, dan Bustos merupakan tulang punggung tim. Kehilangan mereka tentu dapat mengganggu stabilitas tim.
Saat ini, Persela masih bertengger di peringkat empat Grup Timur Pegadaian Championship.
Situasi ini menjadi alarm serius bagi manajemen dan suporter setia Persela, Curva Boys 1967, karena dapat mengancam peluang mereka lolos ke fase berikutnya. (dam)
Editor : Damianus Bram