SOLOBALAPAN.COM - Ada kabar gembira yang berpotensi membawa angin segar bagi PSIS Semarang.
Setelah Datu Nova Fatmawati resmi mengakuisisi 75 persen saham klub dari keluarga Sukawi, kini muncul informasi baru bahwa seorang pengusaha muda asal Semarang berniat ikut berinvestasi dan mengakuisisi saham tambahan di Laskar Mahesa Jenar.
Minat ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur kepemilikan PSIS dan memberi stabilitas finansial jangka panjang.
Pengusaha Muda Semarang Incar Saham dari Pengusaha Jakarta
Baca Juga: Bocor! PSIS Semarang Pamer Bus Baru, Ada Logo BeliKopi & Sentilan Wareng
Informasi mengenai rencana investasi tambahan ini pertama kali mencuat dari akun Instagram Ketua Panser Biru, Wareng (@kepareng_wareng).
Wareng menyambut antusias kabar ini sebagai perkembangan positif bagi klub kebanggaan Kota Semarang.
"Setelah Datu membeli saham PSIS dari keluarga Sukawi, satu minggu ini salah satu pengusaha muda di Kota Semarang berniat mengakusisi saham PSIS yang selama ini dimiliki pengusaha dari Jakarta. Semoga saja semua berjalan lancar dan mari bikin PSIS jaya lagi," tulis Wareng dalam unggahannya.
Namun, hingga berita ini ditulis, identitas pengusaha muda Semarang yang dimaksud Wareng belum diketahui secara resmi.
Begitu juga jumlah persentase saham yang akan diakuisisi dari pengusaha yang berasal dari Jakarta tersebut.
Kehadiran Investor Lokal Perkuat Komitmen Klub
Kehadiran pengusaha lokal yang berencana mengakuisisi saham tambahan ini dapat memperkuat struktur kepemilikan klub.
Sebelumnya, Datu Nova Fatmawati, istri dari CEO Persela Fariz Julinar, telah mengambil alih saham mayoritas (75 persen).
Kombinasi kepemilikan antara investor mayoritas (Datu Nova) dan pengusaha lokal diharapkan dapat memberikan suntikan modal yang signifikan, mendukung pembinaan pemain muda, fasilitas klub, serta mengembalikan PSIS ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Para penggemar PSIS, khususnya anggota Panser Biru, menyambut antusias kabar ini.
Mereka menilai masuknya pengusaha lokal menjadi salah satu langkah strategis yang dapat mendorong PSIS kembali berjaya di kancah sepak bola nasional, terutama setelah PSIS baru saja mengalami perubahan kepemilikan.
Saat ini, mata publik akan terus tertuju pada PSIS, menantikan konfirmasi resmi dari klub maupun pihak-pihak terkait mengenai siapa pengusaha yang akan bergabung dan seberapa besar saham yang akan diakuisisi. (dam)
Editor : Damianus Bram