SOLOBALAPAN.COM - Aktor Ganindra Bimo mencuri perhatian setelah membagikan pengalamannya menonton langsung laga big match AS Roma vs Napoli di Stadio Olimpico, akhir pekan lalu.
Pengalamannya ini digunakan Bimo untuk menyentil isu larangan awayday untuk suporter di Liga Indonesia.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ganindrabimo, suami Andrea Dian itu memperlihatkan betapa kuatnya budaya sepak bola Italia yang dikenal dengan sebutan calcio.
Tribun penuh warna merah-kuning khas Roma, lengkap dengan nyanyian dan koreografi, semakin memukau Bimo.
Ia juga mencatat bahwa suporter Napoli tetap hadir meski pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi.
Sepak Bola Sebagai Agama Kedua
Bagi Bimo, momen tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola di Italia sudah seperti agama kedua setelah Katolik.
Dalam keterangannya, ia mengaku terpesona dengan atmosfer yang ia saksikan langsung.
"Suasana seperti inilah yang membuat banyak orang jatuh cinta pada sepak bola," ujarnya.
Tak berhenti di situ, Ganindra Bimo lantas menyinggung isu larangan awayday yang sudah berlangsung di Liga Indonesia.
"Super league udah bisa juga keleee, gimana menurut teman teman," tulisnya dengan nada bercanda namun tetap menyentuh isu serius.
Berharap Indonesia Segera Cabut Larangan Awayday
Bimo mengisyaratkan bahwa kehadiran pendukung lawan justru menjadi bagian penting dari atmosfer pertandingan, seperti yang ia lihat di Italia.
Rivalitas panas, menurutnya, seharusnya tidak menghalangi suporter untuk tetap datang mendukung tim kebanggaan mereka.
Ia berharap suatu hari nanti Indonesia bisa menerapkan sistem keamanan pertandingan yang lebih baik, sehingga pendukung tamu tidak lagi menjadi korban kebijakan pelarangan oleh operator Liga.
Unggahan Bimo ramai dibahas warganet. Banyak yang setuju bahwa sepak bola Indonesia membutuhkan pembenahan, terutama soal keamanan stadion dan manajemen pertandingan, dan berharap larangan awayday segera dicabut.
Pengalaman Bimo di Stadio Olimpico seakan memberikan gambaran bahwa kultur sepak bola yang matang dan tertata bukan hanya membuat pertandingan lebih hidup, tetapi juga menumbuhkan rasa saling menghargai antarpendukung. (dam)
Editor : Damianus Bram