Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Shin Tae-yong Dituduh Lakukan Kekerasan di Ulsan HD, Tantang Balik: 'Jika Terbukti, Saya Berhenti Jadi Pelatih!'

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 3 Desember 2025 | 00:17 WIB
Shin Tae-Yong Berikan Komentar Usai Timnas Indonesia Menang Atas Bahrain dengan Skor 1-0, Beri Pesan Penting Sebelum Jumpa China
Shin Tae-Yong Berikan Komentar Usai Timnas Indonesia Menang Atas Bahrain dengan Skor 1-0, Beri Pesan Penting Sebelum Jumpa China

SOLOBALAPAN.COM - Drama Korea (Drakor) di dunia nyata sedang terjadi antara mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), dengan mantan anak asuhnya di klub Ulsan HD, Jung Seung-hyun.

Konflik ini memanas setelah sang pemain secara terbuka menuduh STY melakukan tindakan kekerasan fisik selama dua bulan masa kepelatihannya yang singkat.

Tudingan serius ini langsung direspons keras oleh Shin Tae-yong.

Pelatih berusia 55 tahun itu membantah telah melakukan pemukulan dan bahkan berani mempertaruhkan karier kepelatihannya jika tuduhan tersebut terbukti benar.

Baca Juga: Pupus Sudah Harapan Suporter, Erick Thohir Tegaskan PSSI Tak Akan Rekrut Shin Tae-yong Lagi: 'Kita Mesti Move On'

Pengakuan Pemain: 'Situasi Itu Terjadi Beberapa Kali'

Jung Seung-hyun, bek andalan Ulsan HD, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkannya kepada media Korea Selatan, Xportsnews.

Ia menyebut perilaku STY tidak cocok dengan zaman modern.

"Saya sempat berpikir 'apa ini benar?' Karena situasi seperti itu terjadi beberapa kali... Sebenarnya, meski saya mengatakan bukan pemukulan, kalau orang yang menerimanya merasa itu seperti pemukulan, maka itulah kenyataannya," ujar Jung.

Ia juga mengisyaratkan bahwa bukan hanya dirinya yang menjadi korban, dan meminta kapten tim, Lee Chung-yong, untuk kelak mengungkap kebenaran yang terjadi di ruang ganti selama STY memimpin (Agustus - Oktober 2025).

Pembelaan STY: 'Itu Ekspresi Sayang, Bukan Pukulan'

Shin Tae-yong menyanggah keras tuduhan kekerasan fisik maupun verbal.

Ia mengakui bahwa dirinya mungkin memiliki ekspresi yang keras, seperti menepuk pipi, namun hal itu dilakukan sebagai bentuk keakraban terhadap anak didiknya yang sudah lama tidak bertemu.

"Bagaimana mungkin saya melakukan pemukulan pada pertemuan pertama? Kami hanya lama tidak bertemu dan saya mengekspresikan perasaan saya," jelas STY.

STY merasa bingung dengan sikap Jung. Pasalnya, Jung Seung-hyun adalah anak didiknya sejak di Timnas Korea Selatan (Olimpiade 2016 dan Piala Dunia 2018).

Bahkan, saat STY meninggalkan Ulsan HD pada 9 Oktober lalu, Jung disebut sempat meminta maaf secara pribadi.

"Dia memberikan salam perpisahan sambil berkata 'saya minta maaf kepada pelatih', 'maaf karena tidak bisa menghasilkan prestasi'. Saya tidak tahu kenapa setelah itu dia memberikan wawancara seperti itu," keluh STY.

Baca Juga: PSSI Tak Mau Salah Pilih Lagi, Calon Pelatih Baru Timnas Wajib Ujian Seperti Era Luis Milla dan Shin Tae-yong  

Pertaruhan Karier: Siap Berhenti Melatih

Merasa nama baiknya dicemarkan, Shin Tae-yong mengeluarkan ultimatum tegas.

Ia siap mundur dari dunia sepak bola selamanya jika terbukti melakukan kekerasan seperti yang dituduhkan.

"Saya tidak pernah melakukan kekerasan fisik maupun verbal. Kalau saya benar-benar melakukan itu, saya tidak akan melatih lagi," tegasnya.

Konflik ini menambah catatan kelam perjalanan singkat STY di Ulsan HD, yang hanya bertahan dua bulan pasca-pemecatannya dari Timnas Indonesia pada awal tahun. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pelatih #kekerasan #Ulsan HD #shin tae-yong