SOLOBALAPAN.COM - Dilema besar kembali menghampiri wonderkid Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan.
Gelandang berbakat ini lagi-lagi dihadapkan pada situasi sulit: memilih tugas negara di ajang non-FIFA atau mempertahankan tempatnya di klub Eropa.
PSSI secara resmi telah memasukkan nama Marselino ke dalam daftar 23 pemain Timnas U-22 Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2025 Thailand.
Namun, keputusan ini dinilai sangat berisiko dan mempertaruhkan karier profesionalnya yang baru seumur jagung di klub Slovakia, AS Trencin.
Efek Instan: Langsung 'Menghilang' dari Skuad AS Trencin
Dampak pemanggilan ini langsung terasa menyakitkan.
Pada laga lanjutan Liga Slovakia, Sabtu (29/11/2025) kemarin, nama Marselino Ferdinan mendadak dicoret dari daftar susunan pemain AS Trencin saat menghadapi Dunajska Streda.
Tanpa Marselino, AS Trencin harus menelan kekalahan telak 0-3.
Absennya Marselino diprediksi akan berlanjut. Ia dipastikan melewatkan total tiga pertandingan krusial klub sebelum jeda musim dingin, yakni melawan:
-
Dunajska Streda (Sudah lewat)
-
Presov (7 Desember)
-
Ruzomberok (13 Desember)
Setelah itu, Liga Slovakia akan memasuki libur musim dingin panjang hingga Februari 2026.
Artinya, Marselino akan kehilangan momentum kompetitif bersama klubnya selama berbulan-bulan.
PSSI Dinilai 'Memaksakan' Kehendak
Keputusan PSSI memanggil Marselino menuai sorotan tajam.
Pasalnya, SEA Games bukanlah agenda resmi FIFA, sehingga klub tidak wajib melepas pemain.
Banyak pihak menilai pemanggilan ini terkesan dipaksakan.
Marselino sejatinya sudah "tamat" di level ini dengan mempersembahkan medali emas pada SEA Games 2023 lalu.
Di usianya yang masih 21 tahun, ia seharusnya dibiarkan fokus membangun karier di Eropa ketimbang terus-menerus ditarik untuk turnamen level Asia Tenggara.
Terlebih lagi, Sumardji (Ketua BTN) meminta pemain berkumpul sangat awal, yakni mulai 30 November 2025, padahal jadwal pertandingan di Thailand baru dimulai pertengahan Desember.
"Mudah-mudahan semua berjalan, kami berharap nanti itu semua di tanggal 30 sudah bergabung," tegas Sumardji.
Jejak Karier yang Terganggu
Pola ini seolah berulang.
Sejak membela KMSK Deinze (Belgia) hingga Oxford United (Inggris), Marselino tak pernah bisa menjalani musim penuh dengan tenang akibat panggilan Timnas di berbagai kelompok umur (SEA Games 2023, Piala Asia U-23, hingga ASEAN Cup).
Jika Indonesia tersingkir cepat di fase grup SEA Games 2025 (hanya main 2 laga vs Filipina dan Myanmar), pengorbanan Marselino meninggalkan klub akan terasa sangat sia-sia.
Kariernya di AS Trencin kini benar-benar dipertaruhkan demi sekeping medali yang sebenarnya sudah pernah ia raih. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo