SOLOBALAPAN.COM - Kebersamaan gelandang asing asal Brasil, Paulinho Moccelin, dengan Arema FC resmi berakhir lebih cepat.
Manajemen Singo Edan mengumumkan bahwa pemain berusia 31 tahun itu telah sepakat untuk memutus kontraknya pada Senin (25/11/2025).
Kepergian Paulinho ini menjadi sorotan, bukan hanya karena ia meninggalkan lubang di lini tengah Arema, tetapi juga karena rekam jejak kontroversialnya yang pernah membuat penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, menderita cedera parah.
Alasan Mundur: Masalah Keluarga yang Buntu
General Manager (GM) Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi bahwa keputusan ini murni didasari oleh alasan pribadi sang pemain.
Paulinho disebut tengah menghadapi masalah keluarga yang pelik dan tidak kunjung menemukan solusi selama tinggal di Indonesia.
"Dia (Paulinho) harus memutus kontraknya dengan Arema karena ada masalah dengan keluarganya," ungkap Yusrinal, Senin (25/11/2025).
Menurut pria yang akrab disapa Inal itu, Paulinho sudah berusaha bertahan dan menyelesaikan masalah tersebut dalam dua bulan terakhir.
"Dua bulan terakhir dia sudah berusaha... tapi menemukan jalan buntu. Akhirnya dia harus kembali ke Brasil. Itu satu-satunya jalan," jelas Inal.
Kilas Balik: Tekel Horor ke Ole Romeny
Nama Paulinho Moccelin akan selalu diingat publik sepak bola Indonesia karena insiden di Piala Presiden 2025.
Pada laga pamungkas Grup A (10 Juli 2025) antara Arema FC vs Oxford United, Paulinho melakukan tekel keras yang fatal.
Saat itu, Ole Romeny yang baru saja mencetak gol dan membawa Oxford unggul 2-0, ditekel dengan keras oleh Paulinho tepat di kaki kanannya.
Akibat tekel tersebut, Ole harus ditarik keluar dan langsung diterbangkan ke Belanda untuk menjalani operasi.
Dampak Fatal bagi Timnas Indonesia
Insiden tersebut menjadi titik balik yang buruk bagi karier Ole Romeny musim ini. Cedera itu memaksanya absen selama 2,5 bulan.
Dampaknya sangat besar:
-
Performa Timnas Menurun: Ole tampil tidak prima saat membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Oktober 2025 lalu.
-
Jadi Cadangan Mati: Di level klub, Ole kini kesulitan menembus skuad utama Oxford United.
Sepanjang musim ini, ia baru bermain total 22 menit dan lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan.
Kepergian Paulinho Moccelin ke Brasil mungkin menyelesaikan masalah pribadinya, namun jejak tekelnya masih menyisakan PR besar bagi pemulihan karier Ole Romeny di Eropa dan Timnas. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo