Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Internal PSSI Memanas? Waketum Zainudin Amali Kritik Keras Penunjukan Nova Arianto: 'Tahu-tahu Sudah Diumumkan'

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 24 November 2025 | 00:18 WIB
Zainudin Amali Waketum PSSI.
Zainudin Amali Waketum PSSI.

SOLOBALAPAN.COM - Gelombang dinamika terjadi di internal PSSI.

Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Zainudin Amali, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terkait mekanisme penunjukan pelatih Timnas Indonesia yang dinilai melangkahi prosedur organisasi.

Sorotan tajam diarahkan pada kasus penunjukan Nova Arianto sebagai pelatih kepala Timnas U-20 Indonesia.

Amali blak-blakan menyebut bahwa keputusan tersebut diambil tanpa melalui Rapat Komite Eksekutif (Exco), sebuah langkah yang menurutnya menyalahi aturan main organisasi.

'Diputuskan Perorangan, Bukan Exco'

Dalam wawancara di program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Jumat (21/11/2025), Zainudin Amali menekankan bahwa PSSI adalah organisasi, bukan milik perorangan.

Ia mengaku terkejut saat mengetahui Nova Arianto sudah diumumkan ke publik tanpa sepengetahuan Exco.

"Misalnya tadi, Nova Arianto diputuskan untuk menjadi pelatih timnas U-20, kita kaget-kaget. Itu tidak lewat rapat Exco, tetapi sudah dikonperskan (konferensi pers)," ungkap mantan Menpora tersebut dengan nada kecewa.

Baca Juga: PSSI Umumkan Pelatih Baru! Nova Arianto Jadi Penerus Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-20

Ia mempertanyakan mekanisme apa yang dipakai dalam penunjukan tersebut. "Diputuskan oleh Exco, bukan diputuskan oleh perorangan," tegasnya.

Warning untuk Pemilihan Pelatih Timnas Senior

Belajar dari kasus Nova Arianto, Zainudin Amali memberikan peringatan keras agar kesalahan serupa tidak terulang dalam proses pemilihan pelatih Timnas Senior (pengganti Patrick Kluivert).

Ia menegaskan bahwa Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memang diberi amanat untuk menjaring dan mewawancarai kandidat.

Namun, hasil wawancara tersebut wajib dibawa ke meja rapat Exco untuk diputuskan bersama.

"Kita menerima hasil yang sudah diwawancarai oleh Pak Mardji (Sumardji). Jadi Exco nanti kita akan menerima itu. Dan kita akan rapatkan di Exco," jelas Amali.

'PSSI Itu Organisasi, Bukan Klub'

Amali ingin mengembalikan marwah PSSI sebagai organisasi yang bekerja secara kolektif kolegial.

Ia mencontohkan era Mochamad Iriawan saat memilih Shin Tae-yong dan Luis Milla, di mana para kandidat mempresentasikan programnya di hadapan Exco sebelum diputuskan.

"Prosesnya harus benar sesuai dengan ketentuan yang ada... Itu yang paling penting, mau siapa pun yang diputuskan yang penting jadi keputusan bersama. Karena ini kan organisasi, bukan klub," pungkasnya.

Pernyataan keras Waketum PSSI ini mengindikasikan adanya friksi atau setidaknya miskomunikasi di level pimpinan federasi terkait tata kelola pengambilan keputusan strategis. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo