SOLOBALAPAN.COM - Kondisi PSIS Semarang yang masih terdampar di dasar klasemen Grup Timur Championship memicu harapan besar dari para pendukung setianya.
Ketua Panser Biru, Wareng (Kepareng), secara terbuka menyuarakan pandangannya.
Ia berharap duet pemilik saham PSIS, Datu Nova dan Junianto, dapat bersinergi penuh dan menjadi kunci kebangkitan Mahesa Jenar dari keterpurukan yang mencekam.
Wareng Harap Kolaborasi Ideal Datu Nova dan Junianto
Melalui akun Instagram pribadinya, Wareng membayangkan skenario ideal kolaborasi antara dua kekuatan pemilik saham di PT Mahesa Jenar Semarang (MJS).
Datu Nova Fatmawati baru saja mengakuisisi saham mayoritas, sementara Junianto (Anto Van Java) dikenal sebagai pemilik saham lama yang memiliki aset penting bagi klub.
“Ngebayangkan dulu lur, mas Fariz Julinar Maurisal dan Mbak Datu Nova fokus medatangkan pelatih dan pemain top-top, sementara Pak Anto Van Java memberikan bus dan invest kantor PSIS di Pamularsih yang sempat terhenti,” tulis Wareng.
Wareng juga menambahkan harapan agar pemusatan latihan PSIS dapat kembali digelar di Salamsari, Boja, Kendal, tanpa perlu jauh-jauh ke Jogjakarta.
Dukungan publik semakin kuat agar manajemen bisa segera duduk bersama merumuskan langkah konkret untuk menyelamatkan PSIS dari jurang degradasi.
Jafri Sastra Jadi Titik Balik Harapan Suporter
Selain kolaborasi di aspek manajemen dan infrastruktur, para suporter juga menaruh ekspektasi besar pada nakhoda baru. PSIS baru saja menunjuk Jafri Sastra sebagai pelatih baru.
Penunjukan Jafri Sastra bukan tanpa alasan. Pelatih ini memiliki rekam jejak yang meyakinkan, di mana ia pernah menyelamatkan PSIS dari zona degradasi pada Liga 1 musim 2018.
Rekam jejak tersebut membuat banyak suporter optimistis Jafri bisa kembali menghadirkan stabilitas di ruang ganti dan memperbaiki performa Laskar Mahesa Jenar yang belum pernah meraih satu kemenangan pun di Championship musim ini.
Target Utama: Selamat dari Degradasi dan Promosi ke Kasta Tertinggi
Di tengah tensi dan tekanan klasemen yang berat, Wareng dan suporter lainnya menilai momentum saat ini sangat krusial.
Mereka berharap duet pemilik saham dapat menyatukan visi demi mengembalikan kebanggaan warga Semarang.
Meskipun saat ini PSIS terdampar di posisi buncit, promosi ke kasta tertinggi (Super League) menjadi target utama yang terus disuarakan, mengingat PSIS memiliki sejarah panjang sebagai salah satu klub tradisional Indonesia.
Dukungan suporter yang tak pernah padam kini dibarengi harapan besar pada manajemen yang solid.
PSIS diharapkan tidak hanya bangkit, tetapi kembali menjadi kekuatan yang disegani di sepak bola nasional. (dam)
Editor : Damianus Bram