SOLOBALAPAN.COM - Kekhawatiran sejumlah suporter PSIS Semarang terhadap potensi konflik kepentingan pasca istri CEO Persela Lamongan, Datu Nova Fatmawati, mengakuisisi Mahesa Jenar, akhirnya mereda.
Fariz Julinar Maurisal, eks CEO Persela, memilih mengambil langkah mundur dari jabatannya di Laskar Joko Tingkir demi menjaga integritas klub.
Keputusan ini disambut oleh Ketua Panser Biru, Wareng, yang menilai isu kepemilikan saham di banyak klub sebenarnya bukan hal baru di sepak bola Indonesia.
Faris Mundur dari Persela, Jaga Integritas PSIS
Baca Juga: Istri Bos Persela Lamongan Ambil Alih PSIS, Curva Boys 1967 Beri Ultimatum Keras!
Polemik mencuat karena PSIS Semarang dan Persela Lamongan sama-sama berkompetisi di Grup Timur Pegadaian Championship (Liga 2), memunculkan kekhawatiran adanya kepentingan ganda yang bisa memengaruhi keputusan strategis kedua tim.
Merespons keresahan itu, terutama setelah adanya ultimatum keras dari kelompok suporter Persela, Curva Boys 1967, Fariz Julinar memilih mundur.
Langkah ini dianggap tepat untuk meredam potensi konflik dan menunjukkan komitmen manajemen PSIS (yang kini dikendalikan istrinya, Datu Nova) terhadap transparansi.
Ketua Panser Biru: Kepemilikan Lintas Klub Sudah Biasa
Baca Juga: RESMI! Istri Bos Persela Lamongan Ambil Alih PSIS Semarang, Target Jangka Pendek?
Ketua Panser Biru, Wareng, memberikan pandangan yang menarik melalui akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng.
Wareng menilai keresahan soal kepemilikan saham di banyak klub sudah menjadi dinamika umum di sepak bola Tanah Air.
“Aku juga awalnya mikir Persela mas Fariz, mbak Datu PSIS itu apa tidak konflik kepentingan ya? Ternyata setelah tak pikir-pikir, pas Liga 1 kemarin kita juga begitu, sekarang pas Liga 2 pun kita juga kayak gitu dan kayaknya tidak masalah,” tulisnya.
Wareng mencontohkan situasi yang terjadi di Liga 1:
“Pas Liga 1 pemilik saham PSIS, Persija, PSS, dll sama juga tidak masalah, lha di PSIS pemegang saham pengendali YS kae,” tambahnya, merujuk pada pemegang saham pengendali yang jelas di PSIS.
Ia juga menyebut kondisi serupa terjadi di Liga 2, seperti keterlibatan AVJ di Kendal Tornado FC dan hubungannya dengan saham PSIS.
Apresiasi untuk Faris: Mundur Demi Kepercayaan Suporter
Meskipun menilai isu tersebut tidak terlalu problematis jika ada kontrol yang jelas, Wareng tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Fariz Julinar yang memilih mundur dari Persela demi menjaga kepercayaan suporter.
“Tapi salut buat mas Fariz memilih mundur dari Persela sesuai tuntutan suporter. Tidak kayak si itu, mundur bukan karena tuntutan suporter tapi karena harga saham sudah cocok,” ucapnya.
Keputusan mundur Fariz diyakini dapat menenangkan suasana di kalangan suporter PSIS. Dengan berakhirnya polemik ini, para pendukung berharap PSIS bisa kembali fokus mengejar target bertahan di Liga 2. (dam)
Editor : Damianus Bram