Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Istri Bos Persela Lamongan Ambil Alih PSIS, Curva Boys 1967 Beri Ultimatum Keras!

Damianus Bram • Jumat, 21 November 2025 | 22:35 WIB
Saham Mayoritas PSIS Resmi Dibeli Pengusaha Asal Semarang, Datu Nova.
Saham Mayoritas PSIS Resmi Dibeli Pengusaha Asal Semarang, Datu Nova.

SOLOBALAPAN.COM - Akuisisi saham mayoritas PSIS Semarang oleh Datu Nova Fatmawati (istri dari CEO Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal) seketika memantik polemik di Liga 2.

Fariz Julinar langsung menjadi sorotan utama, memicu kekhawatiran dari suporter Persela, Curva Boys 1967, yang menuding fokus dan loyalitas sang CEO terbelah.

Di tengah ultimatum keras ini, Fariz menegaskan bahwa ia dan sang istri saling mendukung namun tidak akan saling mengganggu dapur klub masing-masing, menjanjikan profesionalisme di lapangan.

Ultimatum Keras Curva Boys 1967

Baca Juga: RESMI! Istri Bos Persela Lamongan Ambil Alih PSIS Semarang, Target Jangka Pendek?

Datu Nova Fatmawati, owner dari Belikopi, resmi mengakuisisi 74,25 persen saham PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) dari pemilik sebelumnya, Yoyok Sukawi.

Akuisisi ini membuat Datu Nova menjadi pengendali saham utama PSIS.

Sontak, kelompok suporter Persela, Curva Boys 1967, merilis ultimatum keras melalui akun Instagram @curvaboys_1967 pada 20 November 2025.

Suporter Laskar Joko Tingkir merasa terancam dan mempertanyakan loyalitas Fariz Julinar.

"Wahai para jajaran manajemen Persela, khususnya sang CEO! Kami, para pewaris sejati Laskar Joko Tingkir, sudah muak dan lelah dengan janji-janji kosong dan performa mediocre!" bunyi rilis tersebut.

Mereka menuding Fariz telah memecah fokusnya:

"Di saat fokus kami 100 persen pada misi suci KEMBALI KE LIGA 1, justru ada kabar akuisisi saham klub lain—meski dilakukan oleh istrimu! FOKUSMU TERBELAH! Loyalitasmu dipertanyakan," sambung pernyataan tersebut.

Curva Boys 1967 juga mewanti-wanti bahwa Persela bukan alat bisnis semata.

"Jika di akhir musim, Persela masih berkutat di Liga 2, maka jangan harap kalian bisa duduk tenang di Lamongan! Dengarkan ini baik-baik: Persela adalah harga diri kami! Jangan jadikan sebagai alat bisnis atau anak tiri!" pungkas ultimatum tersebut.

Fariz Julinar: Saling Dukung, Tapi Tetap Profesional

Konflik kepentingan memang dikhawatirkan mengingat Persela dan PSIS sama-sama berada di grup timur Liga 2 2025/2026 dan memiliki misi berbeda.

Persela berjuang promosi ke Super League, sementara PSIS (yang menghuni juru kunci) bertekad bertahan di Liga 2.

Namun, Fariz Julinar menegaskan bahwa kekhawatiran itu tidak akan pernah terjadi. Ia menjamin akan tetap fokus penuh pada Persela.

"Betul istri saya mengakuisisi mayoritas saham PSIS. Kedepannya kami mempunyai target dan manajemen yang berbeda," paparnya, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (21/11/2025).

Fariz menjamin tidak akan ada gangguan antarklub, bahkan saat keduanya bertemu di pertandingan Grup 2 Championship.

"Jadi akan berjalan masing-masing tanpa menggangu satu sama lain," tambahnya. "Tetap akan profesional di lapangan," tegas Fariz.

Fariz mengungkapkan ia mengetahui dan mendukung penuh keputusan sang istri mengakuisisi Mahesa Jenar karena alasan kebanggaan tanah kelahiran Datu Nova Fatmawati. (dam)

Editor : Damianus Bram
#psis #persela lamongan #curva boys 1967 #liga 2 #Fariz Julinar Maurisal #Datu Nova Fatmawati