SOLOBALAPAN.COM – Dunia sepak bola nasional dihebohkan dengan kasus tragis yang menimpa pesepakbola muda asal Bandung, Rizki Nur Fadhilah (18).
Kiper muda ini diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, setelah tergiur tawaran bermain bola di Medan.
Keluarga Rizki kini meminta bantuan pihak terkait untuk memulangkannya ke Indonesia.
Kasus ini mendapat perhatian serius dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang menyerukan agar Pemerintah RI segera turun tangan memulangkan Rizki.
Kronologi Mengerikan: Dari Seleksi Bola ke Eksploitasi
Kronologi mencekam Rizki Nur Fadhilah diungkap oleh akun Instagram @pengamatsepakbola, yang memicu gelombang dukungan di media sosial:
Awal Penipuan: Menurut keterangan sang ayah, Rizki mendapat tawaran bermain sepak bola di Medan melalui Facebook.
Dibawa ke Luar Negeri: Rizki dijemput dari Jakarta ke Medan, namun kemudian dibawa lagi secara non-prosedural ke Malaysia dan akhirnya ke Kamboja.
Dipaksa Bekerja: Di Kamboja, Rizki dibiarkan begitu saja dan dipaksa bekerja untuk mencari korban penipuan online.
Ancaman Kekerasan: Jika tidak mencapai target, Rizki dilaporkan mendapatkan kekerasan fisik. Hingga kini, posisi pasti Rizki belum diketahui.
Solidaritas Pemain Profesional dan Gerakan Online
Kejadian yang menimpa Rizki langsung memicu solidaritas masif dari pemain sepak bola profesional.
Pemain Persebaya Surabaya seperti Catur Pamungkas, Andhika Ramadhani, dan Rizky Dwi Pangestu kompak mengunggah kronologi Rizki, menyerukan kepulangannya.
Gerakan awareness di Instagram juga membesar, mencatat sudah lebih dari 28 ribu netizen yang mengunggah kisah Rizki, menuntut agar pihak terkait segera bertindak.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi generasi muda yang tergiur tawaran pekerjaan atau karier di luar negeri melalui platform media sosial yang rentan disalahgunakan oleh sindikat TPPO. (dam)
Editor : Damianus Bram