Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

PSSI Tak Mau Salah Pilih Lagi, Calon Pelatih Baru Timnas Wajib Ujian Seperti Era Luis Milla dan Shin Tae-yong  

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 17 November 2025 | 01:23 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, didampingi oleh DIrektur Teknik Alexander Zwiers (kiri) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi (kanan) memberikan keterangan pada konferensi pers di SUGBK, Jakarta, Jumat (25/10).
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, didampingi oleh DIrektur Teknik Alexander Zwiers (kiri) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi (kanan) memberikan keterangan pada konferensi pers di SUGBK, Jakarta, Jumat (25/10).

SOLOBALAPAN.COM - PSSI tampaknya tidak mau mengulangi kesalahan dalam perekrutan pelatih.

Buntut dari kegagalan total di Kualifikasi Piala Dunia 2026, federasi kini menyiapkan mekanisme seleksi khusus yang lebih transparan dan terukur untuk mencari pengganti Patrick Kluivert.

Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menegaskan bahwa PSSI akan kembali menggunakan metode "fit and proper test" yang pernah diterapkan saat memilih Luis Milla dan Shin Tae-yong (STY).

Kursi Kosong, Absen FIFA Matchday

Seperti diketahui, kursi pelatih kepala Timnas Indonesia saat ini lowong setelah PSSI memutus kontrak Patrick Kluivert dan jajaran stafnya pada Oktober lalu.

Akibat kekosongan ini, Skuad Garuda dipastikan akan absen di agenda FIFA Matchday November 2025.

Meskipun Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah menyebut ada lima kandidat (dengan rumor seperti Timur Kapadze dan Heimir Hallgrimsson beredar), proses penjaringan masih berlangsung di bawah pimpinan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, dan Direktur Teknik, Alexander Zwiers.

Baca Juga: Erick Thohir Belum Beri Jawaban atas Tuntutan Out dari Ultras Garuda yang Geruduk Kantor PSSI, Sumardji Lantas Bilang Begini

Mekanisme Seleksi: Presentasi di Depan Exco

Zainudin Amali menjelaskan bahwa mekanisme yang akan digunakan adalah "metode yang bagus" yang pernah dipakai PSSI di era sebelumnya untuk memastikan pelatih terpilih adalah yang terbaik.

"Ada mekanisme yang bagus yang kita pernah jalankan saat menentukan Shin Tae-yong (STY) dulu. Ya, ada aspirasi, ada dua waktu itu, ada STY, ada Luis Milla,” ujar Zainudin di Stadion Madya, Jumat (14/11/2025).

Ia merinci, metode tersebut adalah mewajibkan setiap calon pelatih untuk memaparkan visi, misi, dan program kerjanya secara langsung di hadapan seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

“Nah, kemudian dua-duanya ini secara bergantian diminta untuk memaparkan di depannya Exco. Akhirnya, waktu itu zaman Pak Iwan Bule (Mochamad Iriawan), Exco memutuskan, oke, kita putuskan ST,” katanya.

Amali menilai cara ini adalah yang paling tepat dan transparan untuk memastikan seluruh jajaran PSSI memahami visi sang pelatih sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga: Ultras Garuda Indonesia Demo dan Gembok Kantor PSSI, Sumardji: Akan Kami Bahas!

Masih Tahap Penjaringan

Amali menambahkan bahwa saat ini prosesnya masih dalam tahap penjaringan nama oleh BTN dan Direktur Teknik.

“Nah, kita akan tanya-tanya Pak Sumardji (Ketua BTN) mana nama-nama yang sudah dijaring. Masih nama-nama ya. Kemudian kita akan putuskan,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan PSSI tidak ingin tergesa-gesa dan lebih berhati-hati dalam menentukan nakhoda baru Skuad Garuda, demi target jangka panjang Kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2027. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#luis milla #Calon Pelatih Baru Timnas #pssi #shin tae-yong