SOLOBALAPAN.COM - Persija Jakarta dipastikan harus kembali menjadi tim musafir. Buntut dari belum siapnya stadion di Jakarta, Macan Kemayoran terpaksa "mengungsi" dan memindahkan laga kandangnya ke Stadion Manahan, Solo.
Laga yang dipindah adalah pertandingan melawan Persik Kediri pada Kamis, 20 November 2025 mendatang.
Namun, di balik kabar pindah kandang ini, ada satu kabar gembira yang paling ditunggu The Jakmania: Berbeda dengan laga "ungsian" sebelumnya, pertandingan melawan Persik Kediri ini resmi diizinkan untuk dihadiri oleh penonton.
Krisis Stadion: GBK dan JIS Masih 'Berbenah'
Ini adalah kali kedua secara beruntun Persija harus pindah ke Solo. Sebelumnya, mereka menjamu PSBS Biak di Manahan pada 31 Oktober lalu.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Ferry T. Indrasjarief (Bung Ferry), membeberkan alasan mengapa timnya tak bisa bermain di ibu kota.
Dua stadion utama, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS), masih dalam masa perawatan rumput.
Baca Juga: FIX! Persija Jakarta vs Persik Kediri di Stadion Manahan Solo Bisa Dihadiri The Jakmania
"GBK dan JIS belum siap rumputnya," beber Bung Ferry singkat.
Resmi Dapat Izin, Suporter Boleh Hadir
Kepastian pemindahan venue ini telah diumumkan secara resmi oleh Persija melalui akun Instagram @persija.
Pihak Dispora Kota Solo juga telah memberikan lampu hijau.
"Iya betul (Persija akan menggunakan Manahan), belum ada perubahan (informasi). Akan digunakan 20 November dan izin sudah dikeluarkan," ujar Kepala Dispora Solo, Rini Kusumandari.
Kabar mengenai izin kehadiran penonton dikonfirmasi langsung oleh Bung Ferry dan Ketua Umum PP The Jakmania, Diky Soemarno. Keputusan ini disambut gembira oleh para suporter.
"Kita harus kembali bermain di luar Jakarta karena stadion-stadion di ibu kota belum juga siap. Rumputnya masih berbenah... nggak bikin cedera, dan nggak bikin malu," ucap Diky Soemarno.
"Untungnya, pertandingan kali ini bisa dihadiri penonton," lanjutnya.
Diky juga memuji pemilihan Manahan sebagai venue alternatif.
"Stadion Manahan Solo menjadi pilihan terbaik. Di sana, koordinasi dan komunikasi berjalan lancar, dan atmosfernya selalu hangat menyambut," pungkasnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo