SOLOBALAPAN.COM - Aksi demonstrasi kelompok suporter Ultras Garuda Indonesia di depan GBK Arena, lokasi kantor PSSI, pada Jumat (14/11/2025) siang, menarik perhatian internal federasi.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sumardji, akhirnya merespons aksi unjuk rasa tersebut.
Sumardji berjanji akan menampung seluruh aspirasi dan tuntutan suporter yang kecewa akibat kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, untuk kemudian dibahas di internal PSSI.
Aksi Protes dan Penggembokan Pintu Kantor PSSI
Baca Juga: Rizky Ridho Masuk Nominasi FIFA Puskas Award 2025! Indonesia Bisa Menang, Cek Jejak Faiz Subri
Aksi unjuk rasa Ultras Garuda di GBK Arena digelar sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas hasil yang diraih Timnas Indonesia.
Namun, selama kurang lebih satu jam demo berlangsung, tidak ada satu pun perwakilan Exco PSSI yang menemui massa.
Kekesalan memuncak, hingga Ultras Garuda melakukan aksi simbolis berupa penggembokan pintu depan GBK Arena, menandakan protes keras terhadap PSSI yang dianggap tidak memiliki tanggung jawab dan tidak mau mendengar aspirasi.
Merespons hal ini, Sumardji sebagai salah satu anggota Exco PSSI, menyatakan ia menghormati aksi tersebut.
"Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara, termasuk teman-teman di Ultras Garuda," kata Sumardji dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (15/11/2025).
Sumardji juga mengakui bahwa informasi mengenai tuntutan suporter telah sampai padanya.
"Penyampaian rekan-rekan semua tentu saya juga melihat, dan banyak sekali yang mengirim baik itu foto, video ke saya, tentang apa yang menjadi tuntutan dari teman-teman semua," tambahnya.
Daftar Tuntutan Ultras Garuda: Dari Road Map Hingga Desakan Mundur
Dalam demonstrasi tersebut, puluhan massa Ultras Garuda membawa spanduk dan melakukan orasi dengan sejumlah tuntutan utama.
Tuntutan ini menyoroti tata kelola federasi dan transparansi program kerja.
Tuntutan yang disuarakan Ultras Garuda meliputi:
- Mempertanyakan road map (peta jalan) PSSI yang dinilai tidak jelas ("Road Map Kok Ribet").
- Mendesak Ketua Umum PSSI Erick Thohir beserta para anggota komite eksekutif (Exco) untuk mundur ("Revolusi Total PSSI #ErickOut #AryaOut").
- Permintaan evaluasi dari Menpora terhadap Ketua Umum PSSI ("Menpora Evaluasi Ketum PSSI").
- Tuntutan agar sepak bola bersih dari kepentingan bisnis dan politik ("Kick Out Politic of Football", "Sepakbola Bukan Ladang Bisnis").
- Slogan anti mafia sepak bola ("IND Anti Mafia", "PSSI Bobrok").
- Desakan pembatasan masa jabatan Ketua Umum dan Exco maksimal dua periode.
PSSI Berjanji Membahas Aspirasi Secara Internal
Terkait tuntutan keras yang disampaikan Ultras Garuda, Sumardji memastikan bahwa PSSI telah mendengarkan dan menampungnya. Ia menjanjikan adanya pembahasan serius di tingkat internal federasi.
"Semua akan kami tampung, dan semuanya kami mendengarkan, dan pasti ini akan dijadikan pembahasan di internal PSSI," jelas dia.
Janji pembahasan internal ini diharapkan dapat menjadi titik awal perbaikan tata kelola PSSI dan memenuhi harapan suporter yang mendambakan sepak bola Indonesia yang lebih maju dan profesional. (dam)
Editor : Damianus Bram