Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

ALARM MERAH! Muncul Wacana Bonek Boikot Laga Persebaya vs Arema FC di GBT, Rekor 33 Ribu Penonton Terancam Anjlok!

Damianus Bram • Jumat, 14 November 2025 | 20:29 WIB
Bonek siapkan teror ke Arema FC jelang tandang ke markas Persebaya Surabaya di pekan ke-13 Super League 2025/2026, meski ada ancaman boikot.
Bonek siapkan teror ke Arema FC jelang tandang ke markas Persebaya Surabaya di pekan ke-13 Super League 2025/2026, meski ada ancaman boikot.

SOLOBALAPAN.COM – Duel klasik Persebaya Surabaya versus Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu, 22 November 2025, yang seharusnya menjadi magnet terbesar, kini diselimuti keraguan.

Sebagian suporter Bonek mempertimbangkan boikot sebagai bentuk protes atas performa Green Force yang belum stabil musim ini. Hal ini berpotensi membuat rekor penonton anjlok.

Pihak keamanan disebut telah memberikan izin kuota hingga 30 ribu penonton di stadion berkapasitas 40 ribu tersebut.

Namun, euforia laga besar itu mendadak meredup setelah komentar Bonek di linimasa menunjukkan nada pesimistis dan frustrasi.

Kekecewaan Suporter dan Tuntutan ke Manajemen

Persebaya saat ini terdampar di papan tengah (P10) dengan 11 poin, setelah melewati tiga laga tanpa kemenangan. Hasil yang tak kunjung membaik memicu keresahan suporter.

Komentar Bonek di media sosial menunjukkan rasa kecewa.

“Yakin sold out ora iki dengan keadaan permainan Persebaya koyo ngono kui,”  tulis salah satu Bonek yang menggambarkan keraguan banyak suporter lain.

Komentar lain lebih lugas dengan kalimat pendek, “males ndelok,” yang menunjukkan rasa frustrasi.

Bahkan, muncul suara keras yang menyerukan wacana memprotes manajemen.

“Gak ada wacana kosongkan tribun ta ini besok lawan Arema, bentuk protes ke manajemen,” tulis seorang Bonek yang mengindikasikan kemungkinan boikot terbuka.

Jika wacana boikot ini benar-benar terjadi, dampaknya bisa signifikan. Rekor penonton Persebaya yang rata-rata mencapai 15.967 per pertandingan terancam anjlok, padahal laga ini biasanya menjadi kandidat penonton terbanyak.

Persaingan Rata-Rata Penonton Musim Ini

Data sementara menunjukkan Persebaya berpotensi disalip rival-rivalnya jika laga melawan Arema sepi penonton. 

Green Force berpotensi turun dalam persaingan rata-rata jumlah penonton yang selama ini mereka dominasi bersama Persija, Persib, Persis, dan Bali United.

Data sementara menunjukkan Persebaya Surabaya mencatat angka rata-rata 15.967 penonton dari total 46.806 kapasitas per pertandingan.

Angka itu sebenarnya masih cukup besar, tetapi akan terancam anjlok jika laga besar seperti kontra Arema justru tidak mencapai kuota maksimal.

Di sisi lain Persija memimpin jauh dalam daftar rekor penonton musim ini dengan angka rata-rata 26.912 di Jakarta International Stadium.

Persib juga menjaga tren positif dengan rata-rata 17.012 penonton di Gelora Bandung Lautan Api.

Grafis jumlah penonton Super League hingga pekan ke-10 musim 2025/2026
Grafis jumlah penonton Super League hingga pekan ke-10 musim 2025/2026

Persis Solo dan Bali United mengikuti di bawahnya dengan rata-rata masing-masing 9.447 dan 9.386 penonton.

Persebaya Surabaya sejatinya punya peluang besar menyalip semua jika euforia pertandingan besar tetap terjaga.

Situasi psikologis suporter kini berada di titik rawan. Mereka menuntut tekanan agar manajemen bergerak cepat memperbaiki kualitas tim, karena performa tim yang naik-turun jelang paruh musim.

Sementara itu pertandingan melawan Arema FC biasanya selalu menghadirkan atmosfer luar biasa.

Rivalitas panjang membuat partai ini hampir selalu menjadi kandidat laga dengan penonton terbanyak, baik di Surabaya maupun di Malang.

Dengan izin 30 ribu penonton, laga ini seharusnya menjadi momen kebangkitan atmosfer Gelora Bung Tomo. Namun keraguan suporter membuat potensi itu mulai tampak sulit terwujud.

Dalam beberapa musim terakhir, Bonek dikenal sebagai suporter yang selalu memenuhi stadion meski kondisi tim kurang stabil.

Tetapi musim ini tampaknya terlalu banyak kekecewaan yang menumpuk sehingga wacana boikot mulai mengemuka.

Jika boikot benar terjadi, dampaknya tak hanya pada angka penonton semata. Semangat tim di lapangan juga bisa ikut tergerus karena kehilangan dukungan masif yang biasanya membuat GBT bergemuruh.

Persebaya Surabaya sebenarnya masih punya waktu beberapa hari sebelum pertandingan untuk membangun kembali kepercayaan Bonek.

Komunikasi terbuka dari manajemen bisa menjadi kunci agar suporter kembali merasa optimistis.

Manajemen Persebaya kini dihadapkan pada tantangan berat, yakni mengembalikan kepercayaan Bonek agar GBT tidak sepi di laga penuh gengsi melawan Arema FC. (dam)

 

Photo
Photo
Editor : Damianus Bram
#persebaya surabaya #arema fc #persebaya vs arema #bonek