SOLOBALAPAN.COM - Kursi kosong pelatih Timnas Indonesia kembali memicu spekulasi panas.
Nama pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Patrick Kluivert, yang dipecat PSSI pada Oktober lalu.
Namun, rumor ini langsung dipatahkan mentah-mentah oleh manajemen Persib Bandung.
Pihak klub tidak hanya membantah kabar tersebut, tetapi juga memberi sinyal akan menyiapkan perpanjangan kontrak baru untuk pelatih yang telah membawa mereka meraih sukses besar.
Alasan Rumor Menguat: CV 'Mentereng' Bojan Hodak
Bukan tanpa alasan nama Bojan Hodak menjadi idola publik. Juru taktik asal Kroasia ini memiliki rekam jejak yang luar biasa bersama Maung Bandung.
-
Datang sebagai Pengganti: Menggantikan Luis Milla di pertengahan musim 2023.
-
Juara Beruntun: Sukses membawa Persib meraih gelar juara Liga 1 2023/2024 dan Liga 1 2024/2025.
-
Impresif di Asia: Membawa Persib memuncaki klasemen sementara Grup G AFC Champions League Two (ACL 2) dengan 10 poin dari empat laga.
Catatan impresif inilah yang membuat publik menilai ia adalah sosok paling layak untuk menukangi Skuad Garuda.
Bantahan Keras dari Manajemen Persib
Menanggapi rumor yang bergulir liar, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) melalui Head of Communication, Adhi Pratama, memberikan klarifikasi resmi.
Ia menegaskan bahwa kabar tersebut 100% rumor dan tidak ada kontak apa pun dari PSSI.
"Terkait kabar yang menyebutkan Bojan Hodak masuk dalam bursa pelatih Timnas Indonesia, kami ingin meluruskan bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Adhi Pratama.
"Sampai saat ini tidak ada komunikasi apa pun antara Bojan dengan PSSI maupun pihak Exco. Jadi, berbagai unggahan yang beredar dapat dipastikan sebagai rumor saja," tegasnya.
Bukan Dilepas, Malah Akan Diperpanjang
Alih-alih "melepas" sang pelatih juara ke Timnas, manajemen Persib justru berencana sebaliknya.
Pihak klub dikabarkan sudah menyiapkan rencana perpanjangan kontrak baru sebagai hadiah atas kinerja fantastis Bojan Hodak.
Adhi Pratama pun meminta para Bobotoh untuk tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami memahami bahwa perhatian terhadap Persib sangat tinggi... Namun, kami berharap informasi yang belum terverifikasi tidak langsung disimpulkan sebagai kebenaran, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," pungkasnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo