SOLOBALAPAN.COM - Kegagalan Timnas Senior lolos ke Piala Dunia 2026 menyisakan kekecewaan mendalam bagi 280 juta rakyat Indonesia.
Kini, beban dan harapan itu secara mutlak dilimpahkan ke pundak para pemain Timnas U-22 Indonesia.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan motivasi sekaligus peringatan keras kepada skuad Garuda Muda dalam sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Ia menuntut tim asuhan Indra Sjafri ini untuk "membayar" lunas kegagalan tim senior.
'Obat Satu-satunya'
Sumardji, yang juga menjabat sebagai manajer tim senior, tidak berbasa-basi.
Ia menegaskan bahwa tugas mempertahankan medali emas SEA Games 2025 di Thailand kini menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
"Satu hal yang harus kalian ingat, harapan keinginan masyarakat 280 juta orang, kita baru saja gagal lolos ke Piala Dunia," tegas Sumardji di hadapan para pemain.
"Dan obat satu-satunya, sekali lagi, obat satu-satunya, kita harus bisa mempertahankan emas SEA Games 2025," ucapnya.
'Jangan Pernah Bicara Soal Bonus!'
Sadar bahwa tekanan di pundak para pemain muda ini sangat berat, Sumardji berusaha mengambil alih beban non-teknis.
Ia secara blak-blakan meminta para pemain untuk tidak memikirkan imbalan apa pun dan hanya fokus berjuang di lapangan.
"Jangan pernah ada bicara soal bonus. Bonus adalah tanggung jawab saya," tegasnya.
"Dan saya berjanji yang terbaik untuk kalian dan tidak akan mengecewakan buat diri kalian," tambah Sumardji, sembari meminta para pemain membangun chemistry dan bermain dengan hati gembira.
Persiapan Intensif Lawan Mali
Latihan intensif ini digelar sebagai persiapan akhir jelang SEA Games 2025 yang akan dimulai pada awal Desember.
Sebanyak 33 pemain, termasuk nama-nama seperti Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, dan tiga pemain diaspora baru (ReyCredo Beremanda, Muhammad Mishbah, dan Luke Xavier Keet), telah bergabung dalam TC.
Untuk mematangkan skuad, Timnas U-22 akan menjalani dua laga uji coba internasional melawan tim kuat, Mali, pada 15 dan 18 November 2025 di Stadion Pakansari, Bogor. (did)