SOLOBALAPAN.COM – Timnas Indonesia U-17 ternyata bukan tim Asia yang mencatat kekalahan paling telak di matchday pertama Piala Dunia U-17 2025 Qatar.
Predikat buruk tersebut justru disandang oleh Timnas Tajikistan U-17, yang harus mengakui keunggulan Republik Ceko U-17 dengan skor telak 1-6 di Grup I.
Hasil ini membuat Tajikistan menjadi sorotan karena selisih gol besar dapat memengaruhi peluang lolos ke babak selanjutnya, terutama melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Performa Wakil Asia: Empat Menang, Satu Seri dan Empat Kalah
Total ada sembilan wakil Asia yang tampil di Piala Dunia U-17 2025, termasuk tuan rumah Qatar.
Secara keseluruhan, performa wakil Asia masih cukup kompetitif dengan catatan: empat menang, satu imbang, dan empat kalah.
Selain Tajikistan, negara Asia yang menelan kekalahan adalah Indonesia U-17 (1-3 dari Zambia), Arab Saudi U-17 (0-1 Austria), dan Qatar U-17 (0-1 Italia).
Sementara itu, satu-satunya wakil Asia yang meraih hasil imbang adalah Uni Emirat Arab U-17 yang menahan Kosta Rika 1-1.
Kemudian ada empat wakil Asia yang tampil impresif dengan meraih kemenangan penting di matchday pertama.
Jepang U-17 mengalahkan Maroko 2-0 berkat permainan disiplin dan efektif.
Korea Selatan U-17 sukses menundukkan Meksiko 2-1 dalam laga sengit.
Uzbekistan U-17 yang berstatus juara Piala Asia U-17 2025 menekuk Paraguay 2-1.
Korea Utara U-17 tampil paling meyakinkan dengan kemenangan 5-0 atas El Salvador.
Peluang Lolos: Indonesia Masih Terbuka Lebar
Kans wakil Asia untuk melaju ke babak 32 besar cukup besar, terutama bagi Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, dan Uzbekistan yang sudah mengamankan tiga poin penuh di laga perdana.
Uzbekistan bahkan diprediksi mampu menembus semifinal Piala Dunia U-17 2025.
Sementara itu, Indonesia U-17 masih memiliki peluang jika mampu meraih setidaknya empat poin dari dua laga sisa di Grup H (melawan Brasil dan Honduras).
Garuda Muda juga berpeluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik dengan tiga poin, asalkan selisih gol (saat ini -2) dapat diperbaiki dan tetap terjaga. (dam)
Editor : Damianus Bram