SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang untuk para The Jakmania.
Persija Jakarta dipastikan akan menjadi tim musafir pada laga kandang mereka melawan PSBS Biak yang akan digelar besok malam, Jumat (31/10/2025).
Pertandingan ini akan digelar jauh dari ibu kota, yakni di Stadion Manahan, Solo.
Keputusan "mengungsi" mendadak ini diambil sebagai opsi terakhir setelah Persija gagal total mendapatkan izin menggunakan stadion-stadion di Jakarta dan sekitarnya.
Dua Stadion Utama Tak Bisa Dipakai
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, Ferry T. Indrasjarief, membeberkan kronologi krisis stadion yang dialami timnya.
Dua stadion utama di ibu kota tidak bisa digunakan:
-
Jakarta International Stadium (JIS): Sedang dalam masa pemeliharaan rumput yang intensif.
Kondisi rumput JIS masih dalam pemulihan setelah digunakan untuk konser boyband Korea Selatan, NCT Dream, pada akhir September lalu.
-
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK): Juga sedang dalam masa perawatan serupa dan tidak bisa digunakan untuk pertandingan.
Ditolak Mentah-mentah oleh Operator Liga
Setelah dua stadion utama gugur, manajemen Persija bergerak cepat mencari alternatif di wilayah penyangga Jakarta.
Namun, upaya ini menemui jalan buntu.
-
Stadion Patriot Candrabhaga (Bekasi): Menjadi opsi awal, namun kondisi rumputnya dinilai tidak mumpuni untuk menggelar laga Super League.
-
Stadion Pakansari (Bogor) & Banten International Stadium: Persija sudah mengajukan kedua stadion ini sebagai pengganti, namun pengajuan tersebut ditolak oleh operator kompetisi, I.League.
Masalah Jadwal yang Tak Bisa Diubah
Penolakan dari I.League, menurut Chief of Marketing I. League Budiman Dalimunthe, disebabkan karena jadwal pertandingan yang sudah ditetapkan.
Pihak Persija sempat meminta agar jadwal kick-off diubah dari pukul 19.00 WIB (malam hari) menjadi sore hari agar bisa bermain di Pakansari, namun permintaan itu ditolak.
"Perubahan jadwal kick-off bukan perkara mudah," ujar Budiman.
Ia menjelaskan bahwa jadwal yang sudah ditetapkan menyangkut banyak pihak, termasuk tim tamu, perangkat pertandingan, dan terutama hak siar televisi.
Stadion Manahan Jadi Penyelamat
Karena waktu yang sudah sangat mepet, Persija akhirnya mengambil langkah darurat dengan menghubungi pengelola Stadion Manahan, Solo, yang langsung memberikan izin.
"Karena ini pertandingan sudah mepet, kami langsung ambil keputusan menghubungi Stadion Manahan. Jadi kami putuskan untuk bermain di sana jam 7 malam," kata Ferry.
Keputusan ini memaksa Macan Kemayoran harus melakoni laga kandang rasa tandang di Solo, dalam laga krusial mereka melawan PSBS Biak besok malam. (nis/did)