SOLOBALAPAN.COM – Persebaya Surabaya tengah menghadapi periode sulit di BRI Super League 2025/2026.
Dimana klub kebanggaan warga Surabaya ini mencatatkan tiga laga tanpa kemenangan dan terdampar di posisi ke-10 klasemen sementara dengan 11 poin.
Kekalahan dari Persija Jakarta (1-3) dan hasil imbang kontra PSBS Biak akhir pekan lalu menjadi puncak kekecewaan suporter Bonek.
Sebagai kapten, Bruno Moreira kini memikul tanggung jawab berat untuk membangkitkan kembali mental juang rekan-rekannya menjelang duel penting melawan Persis Solo di pekan ke-11. Kemenangan di kandang adalah harga mati bagi Green Force.
Kepemimpinan Bruno dan Fokus Pelatih Eduardo Perez
Pemain asal Brasil ini tidak hanya dituntut mencetak gol (ia sudah mencetak 3 gol dan 1 assist dalam 8 penampilan), tetapi juga menjadi motor semangat di tengah tekanan suporter.
Bruno terlihat aktif memimpin, memberikan motivasi, dan memberikan contoh nyata sebagai pemain yang datang pertama dan pulang terakhir di sesi latihan.
Di bawah arahan pelatih Eduardo Perez, tim menjalani latihan intensif untuk memulihkan fisik dan menata kembali kepercayaan diri yang sempat menurun.
Eduardo Perez menegaskan dirinya memilih fokus bekerja daripada larut dalam kritik.
“Saya menghormati semua pendapat dan kritik. Tapi saya tidak membaca apa pun, saya hanya fokus bekerja untuk Persebaya 24 jam sehari,” tegas pelatih asal Spanyol itu.
Mental Baja Kunci Kemenangan Lawan Persis Solo
Persebaya Semarang, di tengah keterpurukannya, harus menghadapi Persis Solo (yang berada di posisi ke-17).
Namun, bagi Persebaya, mengalahkan Persis Solo di kandang adalah kunci utama untuk mengangkat moral seluruh skuad dan menenangkan Bonek.
Bruno, dengan kepribadiannya yang tenang dan disiplin, dituntut menjadi jembatan antara pelatih dan pemain. Ia harus memastikan mental petarung Persebaya kembali muncul.
Tugas berat ini menanti sang kapten, ia harus membuktikan bahwa nilai pasarnya yang mencapai Rp 6,52 miliar tidak hanya diukur dari statistik, tetapi dari pengaruh besarnya dalam mengembalikan identitas Persebaya sebagai pejuang lapangan hijau.
Editor : Damianus Bram