Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Alasan Saddil Ramdani Mengamuk Saat Lawan Persis Solo Terungkap Usai Diganti Cepat di Menit ke-28

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:11 WIB
Saddil Ramdani pemain Persib Bandung.
Saddil Ramdani pemain Persib Bandung.

SOLOBALAPAN.COM - Aksi tak biasa dari winger Persib Bandung, Saddil Ramdani, menjadi sorotan utama dalam laga melawan Persis Solo, Senin (27/10/2025) malam.

Bukan karena gol atau assist, melainkan karena ledakan emosinya di pinggir lapangan.

Saddil terekam kamera memukul bench pemain dengan keras setelah ditarik keluar oleh pelatih Bojan Hodak saat laga baru berjalan 28 menit.

Sadar bahwa aksinya viral dan dinilai tidak profesional, pemain berusia 26 tahun itu akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf.

Alasan Penarikan Paksa di Babak Pertama

Insiden ini terjadi dalam situasi yang genting bagi Persib.

Pelatih Bojan Hodak terpaksa melakukan pergantian taktis setelah gelandang Luciano Guaycochea (yang mencetak gol pertama) diganjar kartu merah oleh wasit.

Untuk menyeimbangkan kembali tim yang bermain dengan 10 orang, Hodak memutuskan menarik keluar Saddil Ramdani dan memasukkan Adam Alis.

'Reaksi Saya Salah' - Klarifikasi Saddil Ramdani

Merespons video viral tersebut, Saddil Ramdani melalui akun Instagram pribadinya mengakui bahwa reaksinya berlebihan.

Ia menegaskan bahwa kemarahannya itu bukan ditujukan kepada pelatih atau tim, melainkan murni bentuk kekecewaan pada dirinya sendiri.

"Terima kasih atas kritik dan sarannya. Reaksi saya semalam memang tidak profesional, itu spontan dan salah. Tapi jujur, itu murni kekecewaan pada diri sendiri," tulis Saddil.

Ia menjelaskan bahwa sebagai seorang pemain, ia memiliki hasrat besar untuk selalu memberikan kontribusi penuh di lapangan.

"Saya selalu ingin bermain sampai akhir, ingin memberi yang terbaik untuk tim ini di setiap laga," tambahnya.

Meski sulit menerima keputusan itu, ia menegaskan tetap menghormati strategi pelatih.

"Dari lubuk hati, saya selalu mendukung keputusan pelatih. Mohon maaf kalau saya berlebihan. Semoga ini jadi pelajaran dan bentuk pendewasaan diri untuk saya," tulisnya lagi.

Ironi di Balik Amarah

Ironisnya, keputusan taktis Bojan Hodak terbukti sangat jitu.

Meski harus bermain dengan 10 orang hampir sepanjang laga, Persib Bandung justru mampu tampil solid dan mengunci kemenangan 2-0 atas Persis Solo.

Saddil Ramdani kini bertekad untuk menebus kesalahannya tersebut, bukan dengan emosi di pinggir lapangan, tetapi dengan performa yang lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#mengamuk #persis solo #saddil ramdani