SOLOBALAPAN.COM – Penampilan PSIS Semarang di ajang Championship 2025/2026 cukup memprihatinkan dan tengah menjadi sorotan tajam.
Hingga pekan keenam, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu belum juga meraih kemenangan, dan terbaru, PSIS harus takluk dengan skor sangat telak 0-5 dari PSS Sleman saat berlaga di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (19/10/2025).
Kekalahan memalukan ini menempatkan PSIS menjadi penghuni dasar klasemen dengan hanya mengoleksi satu poin saja.
Caretaker PSIS, Ega Raka Ghalih, mengakui kekalahan telak atas PSS ini sangat mengecewakan.
“Hasil yang cukup mengecewakan. Yang awalnya kita bertekad untuk poin penuh, tapi kita tidak bisa mewujudkan itu. Kita mulai dengan ada beberapa kesalahan dari pemain kita dan gol cepat dari lawan juga. Itu memengaruhi psikologis kita,” kata Ega Raka, dikutip Tribun Jateng, Kamis (23/10/2025).
Ega sempat berusaha mengubah skema bermain di babak kedua, namun ia menyayangkan timnya masih sulit mencetak gol karena adanya kesalahan berulang.
Seruan Subangkit: Manajemen Harus Duduk Bersama Suporter
Buruknya performa PSIS pasca terdegradasi memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk mantan pelatih Subangkit, yang pernah membawa PSIS ke kasta tertinggi pada 2017. Subangkit berharap seluruh elemen klub dapat menurunkan ego dan bersatu demi menyelamatkan tim.
“Saya prihatin mendengar kondisi PSIS saat ini. Saya tidak mau bicara teknis karena itu ranah pelatih, tapi yang penting sekarang manajemen dan suporter harus duduk bersama mencari jalan keluar,” tutur Subangkit, dikutip dari detikJateng, Kamis (23/10/2025).
Subangkit menekankan pentingnya sinergi untuk perbaikan, termasuk dalam perekrutan pemain baru yang sesuai kebutuhan. Ia juga memberi peringatan keras.
“Dengan stadion megah seperti Jatidiri, rasanya tidak lucu kalau PSIS sampai bermain di Liga 3,” tegasnya. Subangkit optimistis masih ada waktu bagi PSIS untuk bangkit, asalkan seluruh pihak bersatu dan fokus memperbaiki kondisi tim. (dam)
Editor : Damianus Bram