SOLOBALAPAN.COM - Kursi panas pelatih Timnas Indonesia yang ditinggalkan Patrick Kluivert kembali memunculkan nama besar asal Belanda.
Kali ini, legenda Ajax, Frank de Boer, santer dirumorkan masuk dalam bursa calon pelatih Skuad Garuda.
Spekulasi ini meledak setelah Kepala Pencari Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, mengunggah foto kebersamaannya dengan De Boer di media sosial.
Rumor ini menjadi semakin menarik karena Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memiliki sejarah personal dengan pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Rekam Jejak dengan Erick Thohir di Inter Milan
Hubungan antara Frank de Boer dan Erick Thohir terjalin pada Agustus 2016.
Saat itu, Erick Thohir yang menjabat sebagai Presiden Inter Milan menunjuk De Boer untuk menggantikan Roberto Mancini sebagai pelatih kepala.
Namun, karier De Boer di Italia berlangsung sangat singkat.
Karena serangkaian hasil buruk, ia dipecat hanya dalam waktu tiga bulan (85 hari) oleh manajemen Inter Milan.
Profil dan Jejak Karier Frank de Boer
Frank de Boer adalah legenda sepak bola Belanda yang beralih menjadi pelatih.
Ia mengawali karier kepelatihannya di tim muda Ajax pada 2006 dan sempat menjadi asisten pelatih Timnas Belanda di Euro 2008.
-
Era Emas di Ajax (2010-2016): Puncak kesuksesan karier De Boer adalah saat ia memimpin Ajax Amsterdam selama enam tahun.
Ia berhasil mempersembahkan empat gelar Eredivisie (Liga Belanda) secara beruntun.
-
Era 'Spesialis Dipecat' (Pasca 2016): Setelah meninggalkan Ajax, karier De Boer menukik tajam dan diwarnai serangkaian pemecatan kilat:
-
Inter Milan (2016): Bertahan 3 bulan.
-
Crystal Palace (2017): Bertahan hanya 2 bulan (terkenal dengan 77 hari masa jabatan).
-
Atlanta United (2019-2020): Bertahan sekitar satu setengah tahun.
-
Timnas Belanda (2020-2021): Dipecat setelah Belanda tersingkir secara mengecewakan di babak 16 besar Euro 2020.
-
Al-Jazira (2023): Klub terakhirnya, di mana ia kembali dipecat hanya dalam waktu lima bulan.
-
Pro dan Kontra di Mata Publik
Munculnya nama Frank de Boer kini menimbulkan pro dan kontra.
Di satu sisi, ia memiliki nama besar dan kedekatan historis dengan Erick Thohir.
Namun di sisi lain, rekam jejaknya yang penuh dengan kegagalan dalam delapan tahun terakhir menjadi catatan merah yang sangat mengkhawatirkan.
Publik kini menantikan apakah PSSI benar-benar akan "berjudi" dengan mendatangkan pelatih yang dikenal memiliki filosofi kaku ini untuk menukangi Skuad Garuda. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo