SOLOBALAPAN.COM – Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, buka suara mengenai berakhirnya kerja sama tim pelatih asal Belanda dengan PSSI.
Dalam wawancaranya yang dikutip dari akun Instagram @perspectivefootball.id, Pastoor menilai bahwa target Timnas Indonesia untuk menembus Piala Dunia 2026 dalam waktu singkat adalah hal yang sulit, bahkan tidak realistis.
Pastoor menegaskan bahwa meskipun Timnas telah memberikan usaha terbaik, level kompetisi di putaran keempat Kualifikasi terlalu tinggi.
“Saya pikir kami sudah melakukan itu sepenuhnya. Tapi, itu tidak cukup untuk mengalahkan negara-negara dengan kelas seperti Arab Saudi,” ujarnya.
Kegagalan yang Logis untuk Tim Peringkat 119 Dunia
Menurut Alex Pastoor, kekalahan dan kegagalan Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 adalah hasil yang logis, mengingat peringkat Timnas Indonesia di FIFA.
Timnas Indonesia gagal melaju setelah menelan kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1), yang menutup peluang mereka di Grup B.
Pastoor menjelaskan, proyek pembangunan sepak bola Indonesia seharusnya tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek.
“Saya pikir mereka sedang mengerjakan proyek yang akan berlangsung lebih lama dari sekadar mencoba mencapai Piala Dunia,” tambahnya.
Ia juga menilai suasana negatif dan tekanan besar dari publik setelah kembali dari Jeddah turut memengaruhi keputusan untuk mengakhiri kerja sama (mutual termination) dengan federasi.
“Setelah kembali dari Jeddah, suasananya benar-benar berat. Kami berdiskusi beberapa hari kemudian dan akhirnya sepakat bahwa ini adalah akhir dari semuanya,” jelasnya.
Tiga Poin Penting dalam Proyek Jangka Panjang PSSI
Pastoor menyebutkan terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus di balik kerja tim pelatih Belanda di Indonesia, yang menunjukkan adanya visi jangka panjang:
- Meskipun sulit, ada harapan besar untuk bisa tampil di Piala Dunia.
- Fokus pembinaan pemain lokal di level U-23 (Gerald Vanenburg) dan U-20 (Frank van Kempen).
- Upaya jangka panjang untuk menciptakan lebih banyak pemain kompetitif di negara dengan populasi 280 juta jiwa.
Meski kepergiannya meninggalkan sedikit kekecewaan, Pastoor tetap menilai Indonesia memiliki potensi besar.
“Dengan sistem yang kuat dan kesabaran, Indonesia bisa mencapai level yang lebih tinggi,” katanya, memberikan refleksi bahwa membangun tim tangguh butuh waktu dan konsistensi. (dam)
Editor : Damianus Bram