SOLOBALAPAN.COM – Patrick Kluivert berada di ujung tanduk pasca kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Desakan publik untuk mencopot pelatih asal Belanda itu semakin besar, terutama setelah skuad Garuda menelan dua kekalahan beruntun di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia (2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak).
Kegagalan ini membuat nasib Kluivert penuh tanda tanya.
Menariknya, jika PSSI memutuskan untuk memecat Kluivert, federasi berpotensi harus mengeluarkan kompensasi dengan nilai yang fantastis, mengingat durasi kontraknya masih panjang.
Gaji dan Durasi Kontrak Patrick Kluivert
Kontrak Kluivert diketahui masih berlaku hingga 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Gaji yang diterima legenda sepak bola Belanda ini sebagai pelatih Timnas Indonesia ditaksir sangat besar.
Mengutip dari Kantor Berita Antara, Kluivert mendapat gaji sekitar Rp 1,3 hingga Rp 1,5 miliar per bulan atau sebesar Rp 18 miliar per tahun.
Nah dengan durasi kontrak dua tahun, maka sosok yang pernah melatih Timnas Curacao itu bakal mendapat Rp 36 miliar.
Spekulasi Gaji Lain: Ada spekulasi yang mengabarkan gaji Kluivert bahkan mencapai Rp 2,3 miliar per bulan, yang muncul di tengah konflik gajinya dengan klub Turki, Adana Demirspor.
Berdasarkan laporan media olahraga Turki, Adana Demirspor dijatuhi sanksi FIFA berupa larangan transfer hingga tiga periode karena klub tersebut belum membayar utang sebesar EUR 142 ribu atau Rp 2,3 miliar.
Selain gajinya belum dibayar, sempat terkuak juga bahwa Patrick Kluivert mendapat kompensasi sebesar EUR 150 ribu atau setara Rp 2,9 miliar karena dipecat Adana Demirspor pada 2024. Hal itu tertuang dalam laporan FIFA Football Tribunal.
Perkiraan Kompensasi Pemecatan PSSI
Jika PSSI memecat Patrick Kluivert sebelum kontraknya berakhir, angka kompensasinya kemungkinan tak jauh berbeda dengan yang pernah ia terima dari klub sebelumnya.
FIFA Football Tribunal mencatat, Kluivert pernah mendapat kompensasi sebesar EUR 150 ribu (sekitar Rp 2,9 miliar) karena dipecat oleh Adana Demirspor pada 2024, padahal ia hanya melatih kurang dari enam bulan.
Jumlah ini belum termasuk remunerasi sebesar EUR 142 ribu atau setara Rp 2,74 miliar yang tertunda.
Dengan durasi kontrak Kluivert di Timnas Indonesia yang jauh lebih lama (hingga 2027), total kompensasi pemecatan yang harus dibayarkan PSSI bisa menjadi angka yang sangat besar.
PSSI Akan Menggelar Rapat Evaluasi Exco
Di tengah desakan publik dan potensi kompensasi besar, Manajer Timnas Sumardji memastikan PSSI akan segera mengadakan rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk mengevaluasi kegagalan Timnas Indonesia.
“Laporan saya ini akan dipakai untuk evaluasi secara keseluruhan. Termasuk salah satunya adalah tim kepelatihan di bawah asuhan Patrick Kluivert. Saya akan laporkan itu nanti ke rapat Exco secara terperinci kekurangan-kekurangannya apa,” terang Sumardji.
Ia menegaskan, keputusan akhir mengenai nasib Patrick Kluivert akan diputuskan dalam rapat Exco PSSI.
“Saya akan sampaikan apa adanya di rapat Exco. Saya tidak akan tutup-tutupi mana yang baik, mana yang tidak baik,” imbuhnya. (dam)
Editor : Damianus Bram